oleh

BIS TRANS BATAM “BERDESAKAN” PENUMPANG

Batam, (24 Februari 2019). Seiring berjalan dengan acara Milenial Road Safety Batam 2019 (MRSB) yang di adakan di jalan utama Engku Putri Batam Centre bertepatan pada hari minggu, begitu pula kaum muda mudi yang akan meninggalkan acara tersebut dan kembali ke rumah. Kebanyakan dari kalangan mereka menggunakan transportasi umum berupa bus Trans Batam.
Bus yang berukuran panjang ini dengan setia melayani rute Batam Centre – Sekupang walau berdesakan masyarakat ingin memasukinya, namun tetap tertib dalam antrian, dan tidak terlepas peranan petugas tiketing yang mengatur dengan sabar. Ketika di jumpai salah seorang Kapten (red, sebutan driver Trans Batam) Rizaldi Chan mengatakan “Kami tetap setia melayani masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas transportasi Trans Batam hingga kaum – kaum Milenial (red, sebutan anak – anak muda masa kini) sampai di halte dimana mereka naik tadi pagi, kalau perlu saya usulkan kepada atasan saya buat menambah jam operasional kalau belum terangkut masyarakat yang ingin menggunakan Trans Batam hingga jam operasional habis pada hari – hari libur seperti hari ini. Karena mereka pergi beramai – ramai dan menggunakan Trans Batam ke tempat tujuan seperti di Engku Putri ini, barusan tadi” ungkap Kapten berjenggot yang selalu berpenampilan rapi ini dan langsung permisi kepada awak media untuk naik ke Bis karena sudah jam keberangkatan Bis Trans Batam.
Saat awak media Batam Bicara.id menjumpai salah seorang penumpang Bis Trans Batam, seorang pemuda bernama Aldo mengatakan akan pulang ke rumahnya di wilayah Tiban, dan sudah membeli tiket Bis dan baru bisa naik ke Bis setelah berlalu 2 Bis karena padatnya penumpang, ketika awak bertanya dari mana, Aldo mengatakan “dari acara di sebelah Mas MRSB. Acaranya kurang seru Mas apa karena saya tak dapat hadiahnya ya, tertawa lebar bersama temannya. Di lanjutkan pertanyaan, emang berapa kupon yang di berikan panitia dan dari mana di peroleh kupon tersebut..? Aldo yang masih duduk di bangku SMA ini mengatakan kalau kami Mas dari paguyuban, ada juga yg dari tenaga pendidik dan akademisi.
Kalau buat umum hanya sedikit Mas, setau saya itupun kami gak ngerti masukannya dimana, tau – tau sudah banyak aja di dalam box kaca itu. Kami aja tadi ta titipin ke guru buat masukinnya..” Sambil pamitan dan berjalan pelan – pelan Aldo bersama 5 temannya masuk ke Bis Trans

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed