BATAMBicara

Ribuan Angkot Reot di Batam Masih Beroperasi, Uji KIR Dipertanyakan

BATAMBicara | Batam – Ada ribuan angkutan kota (angkot) dan angkutan umum yang tak laik jalan serta tak lolos uji KIR, tetap beroperasi dan mengangkut penumpang.

Kondisi seperti ini tak terlepas dari lemahnya penindakan di lapangan dan minimnya pengawasan dari instansi terkait, sehingga, kerap terjadi insiden kecelakaan di jalan raya yang melibatkan pengendara lain dari ketidaklaikkan angkutan tersebut.

Keadaan tersebut sudah lama terjadi dan menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat, terutama yang kerap menggunakan layanan transportasi umum.

Menyikapi ini, warga acap kali juga memberikan komentar di media sosial, mulai dari insiden kecelakaan dan ugal-ugalan beberapa oknum supir angkot tersebut.

Rela seorang karyawati, mengatakan, jika diawasi atau sering di razia angkot-angkot yang tak laik jalan ini, akan meminimalisir kecelakaan terutama kepada sopir yang ugal-ugalan di jalan.

“Yang terparah angkot ini rute ke Nongsa, Saya naik dari Simpang Kepri Mall, waduh, itu yang sangat tidak laik sebenarnya. Tapi bagaimana lagi, Busway (Trans Batam) dari sini (Jalan Sudirman) tidak ada lewat Taras Mall (Batam Center),” ungkapnya kemarin.

Menanggapi banyak masukan dari warga, Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri, mengatakan, untuk menangani ribuan angkot yang tak laik jalan, pihaknya akan meningkatkan jumlah razia dan pengawasan.

Untuk razia, akan dijadwalkan setiap pekan dan pengawasan ketertiban dilakukan setiap hari, “hal ini tentu kita tingkatkan. Tapi jumlah pasti jadwal (razia) ada pada bagian Lalin (Lalu Lintas Dishub Batam),” ujar Syafrul, mengutip Batampos, Senin (16/6/2021).

Dari data Dishub Batam, kata Syafrul, angkutan yang terdaftar di trayek utama sebanyak 617 unit, “yang layak beroperasi di bawah 18 tahun, hanya 224 unit dan tidak layak operasi sebanyak 393 unit,” ungkapnya.

Sementara untuk angkot trayek cabang dengan jumlah tempat duduk di bawah sepuluh orang sebanyak 1.745 unit. Yang layak beroperasi hanya 142 unit dan tidak layak 1.603 unit.

“Tapi dari data yang terbaru, yang tak layak itu sudah banyak tidak beroperasi lagi,” ujarnya.

Selain meningkatkan razia dan pengawasan, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi ke pemilik atau badan usaha angkot di Kota Batam.

Ia meminta kesadaran pemilik kendaraan untuk menghitamkan pelat kendaraannya atau tak lagi jadi angkutan umum.

“Kalau sudah tak layak dihitamkan. Karena sudah tidak bisa angkut orang banyak lagi. Itu sudah sering kami sampaikan,” ungkapnya.

Syafrul juga mengimbau masyarakat Batam yang ingin menggunakan tranportasi agar memilih moda bus Trans Batam. Karena menurutnya, Pemko Batam sudah menyediakan layanan transportasi agar masyarakat lebih merasa nyaman dan aman.

“Trans Batam saja, seluruhnya aman dan layak,” katanya.

Meski menganjurkan masyarakat yang menggunakan angkutan umum beralih naik Trans Batam, sayangnya belum semua rute terlayani bus biru tersebut. Sehingga, ini menjadi tugas Dishub Batam ke depan untuk menambah rute serta menambah jumlah armada bus Trans Batam.(bp/bb.id)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed