oleh

Jadwal Terbaru: Kapal Feri dari TBK ke Batam, Tanjungpinang dan Selat Panjang

BATAMBicara | Kepulauan Riau – Beberapa armada kapal feri masih tetap melayani pelayaran Domestik, seperti Sekupang dan Tanjungbalai Karimun (TBK). Kendatipun demikian ada juga beberapa kapal yang belum berlayar saat ini karena masih pandemi.

Seperti kapal feri Miko Natalia dan Dumai Express. Sebelumnya kapal feri Miko Natalia melayani rute TBK-Sekupang, Tanjung Samak dan Selat Panjang (SLP), namun sementara ini melayani TBK-Sekupang Batam dan berangkat setiap hari, pada pukul 09.30 Wib, 12.30 Wib dan 15.00 Wib.

Sementara Dumai Express yang melayani rute sampai ke Dumai, Riau, namun semenjak pandemi Covid-19 hanya melayani TBK-Sekupang pada pukul 08.00 Wib setiap Rabu, Jumat dan Ahad. Kemudian pada pukul 13.30 Wib berangkat setiap hari. Untuk tujuan TBK-Tanjungpinang (Tpi), kapal feri Dumai Express berangkat setiap Senin, Rabu dan Jumat pada pukul 13.30 Wib. TBK-SLP, Dumai Express berangkat setiap hari pada pukul 09.00 Wib.

Kabid Lala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda mengatakan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan laut saat ini masih sangat sedikit. “Penumpang masih sangat sedikit. Masih banyak yang berdiam diri di rumah. Kalau tidak ada keperluan yang mendesak orang tidak berangkat,” Katanya di TBK. Senin (22/6/2020) sore kemarin.

Sementara kapal feri Internasional dari TBK hingga saat ini masih belum berlayar. Menurut informasi yang diperoleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, negara Singapura dan Malaysia masih memperketat pengawasan masuknya orang asing ke negara mereka. Seperti Singapura masih “mengunci” pintu bagi pelancong untuk negaranya dengan rute kapal. “Feri internasional dari Tanjungbalai Karimun masih belum jalan. Semua masih dialihkan ke Batam,” kata Marganda kembali.

Selain rute Internasional, sejumlah pelayaran kapal penumpang rute domestik juga masih belum normal atau belum jalan. Kapal Domestik yang belum jalan, di antaranya feri Batam Jet, MV Oceana dan speedboat Karunia Jaya.

Kapal feri MV Batam Jet yang biasanya menjalani rute TBK-Sekupang Batam dan TBK-Selat Panjang-Tanjung Buton, meminta penjadwalan kembali. “Batam Jet minta diskedulkan kembali keberangkatannya. Tapi belum jalan,” sebut Marganda.

Sementara MV Oceana melayani rute TBK-Harbour Bay Batam (HBB). Rencananya MV Oceana akan kembali melayani penumpang atau jalan pada tanggal 1 Juli 2020. “Oceana belum jalan. Rencananya mereka jalan tanggal 1 Juli. Tapi sampai sekarang kita belum terima suratnya. Mungkin masih menunggu situasi di Batam juga,” terang Marganda.

Sedangkan untuk speeedboat Karunia Jaya, biasanya melayani rute TBK-Tpi dan TBK-SLP-Tanjung Buton. “Speedboat sama sekali belum jalan,” ucapnya.

Menurut Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat ini masih membatasi masuknya Feri dari Luar Negeri, baik dari Malaysia dan dari Singapura. Langkah tersebut diambil dalam rapat yang dilaksanakan Gugus Satgas Penanggulangan Covid-19 di Ruang Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Senin (23/3/2020).

Dalam kebijakan tersebut disepakati, batas waktu masuknya seluruh kapal yang berasal dari Malaysia adalah pukul 12.00 Wib.”Jam masuknya kami batasi,” kata Bupati Aunur Rafiq mengutip Tribun Senin (22/6). Kebijakan tersebut telah disampaikan dan akan dijalankan oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun.

Dengan kebijakan tersebut, maka jumlah pelayaran dari dua pelabuhan di Malaysia juga dibatasi. Dimana untuk pelayaran dari Kukup Malaysia hanya sebanyak tiga kali dan dua kali dari Putri Harbour. Rafiq menyampaikan kebijakan pembatasan pelayaran itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penumpukan di Pelabuhan TBK. Dengan begitu maka penumpang yang tiba dari Malaysia dapat berangkat langsung ke daerah tinggalnya masing-masing. “Kalau sudah melewati jam itu, mereka harus menginap dan itu berisiko,” katanya.

Diketahui tanggal 18 Maret 2020 lalu, ketika Pemerintah Malaysia memberlakukan Lockdown, membuat Warga Negara Indonesia (WNI) yang umumnya adalah TKI berbondong-bondong pulang melalui pelabuhan Karimun. Sehingga beberapa operator kapal feri Internasional melakukan penambahan armada pelayaran karena banyaknya WNI yang ingin kembali.

Pada pekan pemulangan para WNI dari Malaysia tersebut, Pemerintah Daerah Karimun terpaksa menginapkan ratusan penumpang yang berasal dari luar daerah Karimun di GOR Badang Perkasa Karimun, hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Dihari berikutnya mereka kembali diantar ke pelabuhan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal Masing-masing. (**)

Editor:saut/bb

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed