oleh

Pelni Mulai Jual Tiket Penumpang, Lihat Rutenya

Batambicara.id (19/5/2020) | Jakarta – Selain di bandara yang sudah membuka pelayanan penerbangan domestik, kini PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni kembali membuka pelayanannya untuk penjualan tiket bagi penumpang. Ini berlaku dan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pembelian tiket hanya bisa dilakukan melalui loket kantor cabang Pelni dan akan dilakukan untuk pelabuhan naik dan turun yang sudah dinyatakan dibuka.

Penjualan dilakukan sesuai dengan persyaratan sesuai protokol penanganan penumpang Pelni selama masa Covid-19 serta SE (Surat Edaran) Gugus Tugas Covid-19 No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No. 21/2020. Selain itu, seluruh calon penumpang dianjurkan untuk menggunakan metode pembayaran secara cashless.

Melansir Indopolitika.com, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI OM Sodikin menjelaskan penjualan tiket sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (16/5/2020), dan akan dilayani pada loket kantor cabang perseroan, sehingga petugas bisa memastikan seluruh calon penumpang dapat menunjukan dokumen persyaratan ketika akan membeli tiket.

“Kami melayani penjualan tiket kepada penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan melampirkan beberapa dokumen perjalanan berdasarkan Surat Edaran yang telah ditetapkan, yang disertai dengan surat keterangan kesehatan dari pihak yang berwenang pada periode maksimal 7 hari sebelum keberangkatan”, ungkap Sodikin.

Selama periode ini, Pelni hanya akan menjual sekitar 50 persen dari kapasitas penumpang guna untuk menjaga jarak antar penumpang selama perjalanan.

“Kami telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal, serta skema jaga jarak antar penumpang baik itu pada nomor bed ataupun saat pengambilan makan sehingga anjuran physical distancing tetap terlaksana dengan baik”, tambahnya.

Dalam lansiran itu menjelaskan, untuk menekan interaksi antara petugas kapal dengan penumpang, pemeriksaan tiket di atas kapal ditiadakan sementara bagi penumpang dengan tujuan port to port (pelabuhan ke pelabuhan berikutnya).

Namun demikian, pemeriksaan tiket di atas kapal tetap dilakukan untuk kapal yang mempunyai trayek multiport dengan tetap memperhatikan jarak.

“Manajemen akan mengefektifkan screening penumpang yang akan naik ke atas kapal mulai dari pelabuhan. Sehingga pelaksanaan boarding saat sebelum naik ke atas kapal akan dimaksimalkan.

Untuk penumpang yang ditemukan tidak memenuhi persyaratan akan dilakukan isolasi di ruangan khusus dan akan diturunkan di pelabuhan berikutnya dan melaporkan kepada satgas daerah setempat”, ungkapnya kembali.

Dari 26 kapal penumpang, sementara ini Pelni akan mengoperasikan enam kapal, yakni KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Kelud, dan KM Egon.

Kapal tersebut akan berlayar membawa penumpang menuju pelabuhan yang masih membuka aksesnya, yaitu Pelabuhan Tg. Priok, Surabaya, dan Makassar dan melanjutkan perjalanan dengan membawa muatan logistik.

Saat ini, KM Ciremai berlayar dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Biak – Jayapura – Sorong – Namlea – Baubau – Surabaya – Tg. Priok.

Sedangkan KM Dobonsolo kini melayani rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Serui – Jayapura – Sorong – Ambon – Namlea – Surabaya – Tg. Priok.

KM Gunung Dempo melayani rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Biak – Jayapura – Sorong – Makassar – Surabaya – Tg. Priok.
KM Nggapulu melayani rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Ambon – Banda – Tual – Dobo – Fakfak PP.

KM Kelud melayani rute Belawan – Batam – Tg. Priok. Serta KM Egon kini melayani rute Waingapu – Lembar – Waingapu – Lembar – Surabaya – Lembar – Waingapu. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed