oleh

Mulai 2 Januari 2020 Taksi Online Boleh Jemput Penumpang Di Mega Mall Batam Center

Driver taksi online mensweeping driver mobil bandara, kejadian di jalan keluar bandara. (Dok/15/11/19/video/tangkapan layar/wb)

Batambicara.id (31/12/2019) | Merebaknya mobil pribadi yang berbasis online jemputan membuat para driver taksi konvensional gerah, bahkan sering terjadi intimidasi serta pengusiran kepada driver taksi online jika kedapatan menjemput penumpang di titik dimana taksi konvensional tersebut mangkal.

Hal itu akan berlanjut jika tidak ada kepastian dan langkah yang diambil oleh pemerintah daerah. Melihat kondisi ini, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dishub Provinsi Kepri, Frengki Willianto, pun mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan mengambil langkah tegas.

Namun kali ini kepastian terkait titik jemput taksi online di Kota Batam perlahan-lahan menemukan titik terang. Pasalnya, salah satu pengelola kawasan di Batam mulai mengambil sikap terkait aturan titik jemput atau akrab disebut redzone itu.

Terbaru Soal Titik Jemput Taksi Online Batam, Dishub Kepri Segera Panggil Pengelola Kawasan
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Frengki Willianto. (Dok/istimewa).

Pengelola Mega Mall Batam Centre (MMBC). Secara tegas, manajemen mal megah di kawasan Batam Centre ini telah memberikan keleluasan bagi para pengemudi taksi online di Batam untuk menjemput calon penumpang dari tempatnya.

Saat dihubungi, Senin (30/12/2019), dia mengungkapkan jika Dishub Kepri akan segera memanggil beberapa pengelola kawasan rawan keributan lainnya dalam menyikapi polemik titik jemput ini.

“Kami akan mengatur pertemuan untuk membahas kepastian keduanya. Nanti, hasil rapat akan disosialisasikan kepada kedua pihak, baik taksi online maupun konvensional,” tegasnya.

Dia sangat menyayangkan jika keributan terus terjadi antara kedua belah pihak hanya karena masalah redzone.

Menurutnya, hal itu dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan Kota Batam, juga akan berdampak pada wisman (wisatawan mancanegara).

“Kami juga tak ingin hal itu yang terus terjadi. Yang jelas akan kami sikapi tegas. Kalau memang ada persekusi, laporkan ke polsek terdekat,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan badan usaha angkutan sewa khusus di Batam, Sawir menegaskan jika sebenarnya polemik ini seolah-olah digantung. Dia bahkan mempertanyakan keabsahan izin operasional taksi online yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Guna izin untuk apa? Bagaimana izin itu akhirnya dapat menenangkan situasi? Kami juga tidak ingin ribut terus dengan abang-abang kami di taksi konvensional. Harus tegas menyikapi redzone ini dan kaitannya dengan izin operasional itu,” katanya saat dihubungi, mengutip tribunnews.com.

Sebelumnya, hanya berselang dua hari, taksi online dan taksi konvensional kembali terlibat cekcok di sekitar kawasan bundaran Badan Pengusahaan (BP) Batam, Sabtu (28/12/2019) lalu.

Keduanya kembali terlibat adu mulut. Masalah tak jauh berbeda dari keributan sebelumnya yaitu terkait titik jemput penumpang (redzone).

Di satu sisi, taksi online berkukuh jika pihaknya telah mengantongi izin operasional dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri sehingga dapat menjemput penumpang sesuai dasar hukum Peraturan Menteri Nomor 118 Tahun 2018 terkait angkutan sewa khusus.

Sedangkan di sisi lain, pihak taksi konvensional juga berkukuh terkait aturan redzone (titik jemput) yang beberapa bulan lalu telah dibahas.

Keributan yang terjadi disalah satu mall di Batam terkait masalah menjemput penumpang, antara mobil pribadi dan taksi konvensional (Dok/21/2/18/video tangkapan layar/wb).

Mulai 2 Januari 2020, Taksi Online Bisa Beroperasi di Mega Mall Batam

Kabar gembira bagi pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Batam yang berada di kawasan Batam Center yakni Mega Mall. 

Pasalnya, pihak Mega Mall memutuskan untuk taksi online bisa beroperasi di kawasan Mega Mall mulai 2 Januari 2020 mendatang. 

Operasional Manager Mega Mall Batam Centre, Hendra Tirtayasa mengatakan langkah tersebut ditempuh mengingat era digital saat ini sudah sangat melekat pada masyarakat. 

“Memang kita harus melakukan inovasi tersebut agar tenant-tenant di Mega Mall bisa mendapatkan manfaat dari adanya keberadaan taksi online,” ujarnya, Senin (30/12/2019). 

Selain karena saat ini masyarakat berada pada industri 4.0, keberadaan kota Batam yang merupakan kota pariwisata dinilai Hendra untuk saat ini adalah langkah yang tepat jika memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed