oleh

Dua Wilayah Batam Akan Masuk Rute Trans Batam

Batambicara.id (5/11/2019) | Batam – Masyarakat Batam yang menggunakan jasa transportasi Busway Trans Batam, di dua wilayah Batam pada tahun 2020 mendatang direncanakan akan menjangkau rute-rute yang selama ini belum dilalui oleh Trans Batam akan bisa dinikmati.

Dua titik ini yakni Tanjungsengkuang, Batuampar, dan Teluk Lengung, Nongsa.

“Kami tidak menambah koridor tapi rute,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Batam Rustam Effendi, Senin (4/11/2019), sebagaimana mengutip batampos.co.id.

“Sengkuang dan Teluk Lengung yang melewati Bumi Perkemahan akan dilalui Trans Batam,” kata dia lagi.

Ia mengatakan, Pemko Batam terus berupaya meningkatkan layanan transportasi yang laik. Apalagi, Trans Batam sangat diinginkan masyarakat saat ini, serta mengurangi kemacetan dan volume kenderaan dijalan.

Maka dari itu, pihaknya juga mengajukan armada ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebanyak 60 unit untuk 2020 mendatang.

“Ini menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala UPT Trans Batam Faizal saat dihubungi Batambicara.id, melalui telepon genggam mengatakan, “Buat rute wilayah Tanjungsengkuang, itu bukan tambahan rute, hanya saja menambahan jalur biasa, dari Pelita, lewat jalur Seraya simpang Kodim, terus turun masuk wilayah Tanjungsengkuang”.

“Sedangkan untuk wilayah tujuan Nongsa, jalur dari Batam Centre tetap, hanya saja masuk dan menunggu dihalte SMU3. Selama ini Trans Batam tidak masuk ke wilayah sekolah favorit tersebut. Tapi tahun depan Insya Allah kita sudah bisa menunggu anak-anak pulang sekolah, ini juga atas permintaan hampir semua wali dan orang tua murid kepada kami. Karena rencana ini (ngetime) sudah kita rencanakan dua tahun silam”, tambah Faizal menjelaskan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam Edward Purba mengungkapkan, data angkutan umum di Batam banyak yang tidak laik.

Rinciannya, dari jumlah kendaraan untuk trayek utama mencapai 617 kendaraan, yang laik usia operasional hanya 266 kendaraan.

Sedangkan 351 habis (tidak laik) usia operasional, yang tersebar pada trayek Jodoh-Nongsa sebanyak 291 kendaraan dan Jodoh-Telaga Punggur sebanyak 60 kendaraan.

Sementara, trayek cabang dengan jumlah 1.745 kendaraan, yang laik hanya 269 sedangkan 1.476 tidak laik.

“Yang tidak laik, apabila badan usaha yang hidup, akan panggil badan usaha untuk membuat surat perubahan sifat kendaraan dari (pelat) kuning ke hitam,” papar dia. **

Gambar : Trans Batam saat dihalte Sekupang, menunggu penumpang (dok/bb.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed