oleh

Jodoh – Sijantung

Batambicara.id (6/4/2019) | Batam – Mungkin belum banyak warga Batam yang mengetahui, kalau Bus DAMRI ada trayek Jodoh – Sijantung.
Atau mungkin juga warga Batam belum banyak kenal dengan wilayah Sijantung.

Bagi warga Batam yang belum mengetahui dengan wilayah ini, batambicara.id, akan bercerita sedikit untuk berbagi.

Sijantung adalah sebuah kelurahan yang berada diwilayah kecamatan Galang, Batam. Kepulauan Riau, terletak berdampingan dengan Camp (tempat pengungsian atau perkampungan) Vietnam Barelang. Jika warga Batam pernah ke Camp Vietnam pasti tau jalan masuknya.

Pemberhentian akhir terminal di Sijantung, Galang.

Kelurahan Sijantung ini terdapat pelabuhan kecil, yang melayani rute dari pulau-pulau terdekat seperti, pulau Panjang – Dapur Tiga. Pelabuhan ini juga melayani Rute Tanjung Pinang dan Tanjung Balai Karimun.

Dengan jumlah penduduk 845 jiwa, dari populasi 11.138 jiwa (2001) jumlah penduduk kecamatan Galang, Batam. Dengan luas kecamatannya 312,5 km². Dan terdiri dari beberapa bangunan sekolah seperti SD, MTS dan SMA.

Pelabuhan Sijantung, Galang.

Adapun transportasi masyarakat setempat berupa, pompong (perahu kayu yang berukuran lebih besar dari perahu biasa), pancung (sebutan masyarakat sekitar pulau-pulau Kepri) antar pulau. Sedangkan untuk perjalanan darat mereka menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

Disini peran aktif pemerintah sangat diperlukan, untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat Sijantung. Pemerintah Kota juga menyediakan Bus gratis untuk anak-anak sekolah.

Kemudian tak kalah penting juga peranan keberadaan seperti DAMRI juga ikut berpartisipasi dalam menyediakan transportasi darat.
Bus milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini melayani rute Batam – Bulang, diantara halte Jodoh dan tempat pemberhentian Sijantung.

Salah satu sudut wilayah kelurahan Sijantung, Galang. Batam

Bus yang berukuran medium (sedang), yang diperuntukkan untuk melayani rute Jodoh-Sijantung memiliki 20 kursi ini, selain memberikan rasa kenyamanan, aman dan hemat, juga sangat terjangkau dan penting bagi masyarakat setempat.

Pengemudi (Kapten DAMRI) Junaidi mengatakan kepada batambicara.id di Barelang, “dari Jodoh Ke Sijantung memakan waktu lebih Kurang 1,5 jam, dengan jarak tempuh 70km/jam.

“Kalau jalan santai bisa hampir 2 jam lah”. ungkap Junaidi.

“Kalau hari-hari kerja, penumpang tidak begitu banyak, kecuali besoknya libur. Mereka pasti ke Batam, begitu juga sebaliknya, jika besok sudah masuk sekolah dan bekerja,masyarakat Sijantung akan pulang ke wilayah mereka”. Tambah Junaidi.

Bus Perintis (sebutan angkutan yang bermula melayani rute barunya, atau disebut juga Pelopor) DAMRI ini melayani atau start halte dari Jodoh Batam pada pukul 06.00 Wib, dan berakhir pukul 16.00 Wib. Dengan 4 ritase (perjalanan) pergi-pulang perhari.

Dengan interval (jarak) waktu sebagai berikut :
Pukul 06.00 Wib, berangkat dari Terminal Jodoh.

Kemudian pukul 08.00 Wib, berangkat dari Sijantung.

Lalu pukul 14.00 Wib, berangkat lagi dari terminal Jodoh, dan pukul 16.00 Wib, berangkat lagi dari Sijantung menuju Jodoh.

Junaidi, salah satu Kapten Damri

Adapun rute yang dilewati, Jodoh, Kampung Utama, Baloi, Simpang Jam, Sukajadi, Kepri Mall, Mukakuning, Tembesi, Markas Brimob, Lapas Barelang, Jembatan Satu Barelang, dan sampai ke Camp Vietnam lalu masuk ke SiJantung.

Bus DAMRI Perintis yang melakukan perjalanan 2 kali (dari halte Jodoh dan halte Sijantung) dalam sehari ini, sudah sangat familiar bagi masyarakat Sijantung Barelang, serta Galang dan Bulang. Mereka menunggu Bus untuk bepergian ke Batam, dan begitu juga sebaliknya.

Bagi Masyarakat Batam yang ingin mencoba perjalanan wisata dengan tarif Rp. 15.000,- per orang ini, selain murah, aman dan nyaman, juga memiliki AC dan bersih. Masyarakat tidak ada salahnya mencoba Bus yang masih terbilang baru ini. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed