oleh

PORNOGRAFI PRODUK STRATEGI MUSUH ISLAM

Oleh KH. Luthfi Bashori
Di antara strategi non muslim yang dimasukkan ke dalam tubuh umat Islam adalah terkait dengan dunia “Seks”.

Apa itu “Seks” yang dimaksud?
Yaitu urusan pornografi dan pornoaksi.

Coba kita lihat, banyaknya iklan-iklan yang isi atau kontennya justru mengumbar aurat, baik aurat perempuan maupun aurat laki-laki.

Kalau mata ini sering melihat aurat, nauzubillahminzalik… yang itu adalah maksiat, atau namanya maksiat mata. Maka pengaruhnya susah sekali mata itu dipergunakan untuk membaca Alquran secara nyaman, atau juga membaca hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, serta berbagai macam ilmu yang diajarkan oleh para ulama Salaf Ahlussunnah Wal Jamaah.

Mata tersebut akan lebih senang dipergunakan untuk kemaksiatan, mulai senang memandang hal-hal yang nilainya ini bertentangan dengan syariat atau yang lain-lain. Itu namanya mata ahli maksiat.

Di antara mata yang dipergunakan untuk melihat apa-apa yang diharamkan oleh Allah SWT serta oleh Nabi Muhammad SAW, contohnya senang dipergunakan melihat patung.

Patung sendiri adalah gambar makhluq hidup 3 dimensi, yang hukumnya diharamkan oleh syariat, jadi bilamana dilihat dan dinikmati oleh seorang muslim, maka termasuk juga digolongkan bermaksiat kepada Allah, apalagi kalau ikut membuatnya.

Tapi sepertinya, mata umat Islam di zaman sekarang sudah biasa-biasa saja jika melihat patung. Ini yang nyata terjadi. Padahal seharusnya inkar, minimal inkar dalam hati.

Kenapa?
Yaa, karena hati umat Islam kini sudah banyak yang terpengaruh strategi musuh dalam menghancurkan umat Islam melewati Ghazwul Fikri (Perang Peradaban), maka banyak pula yang tidak lagi alergi terhadap patung-patung makhluq hidup tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed