oleh

Putra Bangsa Yang Mendunia, Namun Jarang Dikupas Kisah Hidup Dan Keteladanannya

SI JENIUS DARI JEPARA YANG TERSEMBUNYI DAN DISEMBUNYIKAN DARI SEJARAH BANGSA

Batambicara.id (26/4/2019) | Tokoh – Sang pahlawan jenius bersahaja, tersembunyi dan yang disembunyikan. Kartono, nama lengkapnya, RM Panji Sosrokartono, lahir 1877. Kakak kandung RA Kartini (1898), ini adalah pribumi pertama yang kuliah di luar Hindia-Belanda, Laiden. Selain cerdas, juga kesayangan para dosen. Menguasai 27 bahasa asing dan 10 bahasa nusantara.

RM Panji Sosrokartono alias Kartono (1877-1951)

Pangeran ganteng, pintar dan gaul, anak orang kaya, terkenal, dan merakyat. Hayo kurang apa lagi si cowo keren ini. Cewe-cewe Eropa nyebut si Sosrokartono, ‘de mooie sos.’ (sos yang ganteng).

Bule Eropa & Amerika sebut dia dengan hormat, ‘de javanese prins‘ (Pangeran Jawa). Pribumi memanggil Kartono saja.

Pada tahun 1917, menjadi wartawan perang dunia I dikoran (surat kabar) Amerika, the new york herald, cabang Eropa. Dengn tes masuknya, memadatkan artikel bahasa Prancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Rusia dan Prancis. Kartono lulus dengan 27 kata, sedangkan para bule asli lebih dari 30 kata.

Sampul New York Herald pada 20 Juni 1861, meliput berita tentang Perang Saudara Amerika, (dok/wikipedia/google).

sebagai wartawan perang, ia diberi pangkat Mayor oleh Sekutu, tapi menolak bawa senjata. “Saya tak nyerang orang, karena itu saya pun tak akan di serang, jadi apa perlunya bawa senjata?” ungkap Kartono, juga dikenal ahli diplomasi yang hebat tersebut.

Ia gemparkan Eropa-Amerika dengan artikel perundingan Jerman versus Prancis yang rahasia, tertutup, dalam gerbong kereta api, ditengah hutan, juga dijaga sangat ketat. Saat itu, hampir semua wartawan mencari informasi, namun kendati demikian, koran new york herald telah memuat hasil perundingan tersebut,

Tahun 1919 jadi penterjemah tunggal di Liga Bangsa Bangsa (LBB).

Tahun 1921, LBB berubah menjadi PBB (Persatuan Bangsa-bangsa). Kartono juga ketua penterjemah untuk segala bahasa, dapat mengalahkan para poliglot bule Eropa-Amerika.

Tahun 1925 pangeran ‘sos’ ini pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara, mengangkat dia menjadi kepala sekolah menengah di Bandung.

Rakyat berjejal temui si pintar ini, tetapi untuk meminta air dan dido’akan. Anehnya banyak yang sembuh. Maka antrian pun semakin banyak, termasuk bule-bule Eropa. Akhirnya beliau mendirikan klinik Darussalam.

Berkat do’a Kartono, dapat menyembuhkan seorang anak Eropa hanya dengan disentuh, dihadapan para dokter yang sudah angkat tangan.

Soekarno muda sering diskusi dengannya. Bung Hatta sebut beliau orang jenius.

Di depan rumahnya berkibar bendera merah putih, tapi Belanda, Jepang dan Sekutu seolah-olah tak peduli. Yang pada zaman itu selain dirinya akan dihajar.

Tahun 1951 Kartono wafat di Bandung. dikebumikan di makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat. tak punya apa2, rumah pun kontrak. Padahal sebagai Bangsawan dan Cendekiawan ia bisa hidup mewah.

Orang-orang tak temukan pusaka dan jimat di rumahnya. hartanya hanya kain bersulam huruf ALIF.

nisan nya tertulis:

     sugih tanpa bondo.
     digdaya tanpa aji.

Beliau wartawan, tapi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) tidak pernah singgung nama besarnya. Beliau tokoh pendidikan, tapi guru seolah lupa nama nya.

Sang Alif.
Alif sak jeroning Alif. **

Sumber : Indonesia Tempo Dulu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed