oleh

Waspada! Aplikasi ini Bisa Tarik Uang Anda Melalui HP

BATAMBicara | Anda sering utak-atik situs yang sudah marak saat ini, atau selalu terima notifikasi dari aplikasi manapun?. Perusahaan cybersecurity Pradeo menemukan enam aplikasi di Google Play Store yang terinveksi virus jahat malware Joker, yang bisa mencuri uang penggunanya.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak rilisan @adamchannel yang dikutip dari CNBC ini.

Enam aplikasi yang terinveksi virus jahat melalui malware Joker ini adalah Convenient Scanner 2, Safety AppLock, Push Message-Texting & SMS, Emoji Wallpaper, Separate Doc Scanner and Fingertip GameBox. Aplikasi ini telah didownload lebih dari 200.000 kali.

“Aplikasi yang terinfeksi virus malware sudah dihapus dari Google Play, tetapi masih terinstall di perangkat android pengguna,” ujar Pradeo seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (4/9/2020).

Virus jahat Joker merupakan bot berbahaya yang masuk dalam kategori fleeceware di mana aktivitas utamanya menstimulus klik dan mencegat SMS guna memasukkan layanan premium yang tak diketahui penggunanya.

Joker sangat sulit dideteksi karena menggunakan kode sedikit mungkin. Tahun lalu Joker ditemukan pada ratusan aplikasi yang sudah dihapus Google pula.

“Pengguna disarankan menghapus 6 aplikasi ini dari perangkat mereka secepatnya untuk menghindari aktivitas penipuan,” anjur Pradeo.

Google cukup aktif menghapus aplikasi yang mengandung virus jahat Joker. Sejak 2017 sudah ada 1.700 aplikasi yang dihapus dari Play Store karena terinfeksi virus ini.

Berikut adalah daftar aplikasi jahatnya:

  • Auto Picture Cut: diunduh 100 ribu kali.
  • Color Call Flash: diunduh 50 ribu kali.
  • Square Photo Blur: diunduh 500 ribu kali.
  • Square Blur Photo: diunduh 500 ribu kali.
  • Magic Call Flash: diunduh 50 ribu kali.
  • Easy Blur: diunduh 100 ribu kali.
  • Image Blur: diunduh lebih dari 100 ribu kali.

Lantas, bagaimana mengetahui ponsel disusupi malware, dan bagaimana cara menghentikan? Berikut beberapa pendapat yang di lansir dari CNBC Indonesia menurut pakarnya.

Bagaimana malware bekerja di ponsel

Peneliti dari Lookout Adam Bauer mengatakan ada dua cara kerja malware. Memperdaya pengguna Android untuk memberikan izin mengakses informasi sensitif atau mengeksploitasi kerentanan ponsel untuk mendapatkan informasi sensitif dengan memberikan hak istimewa ke administrator.

Tanda-tanda ponsel disusupi malware

Jika kamu menemukan hal ini, artinya ponselnya terinfeksi malware:

  • Selalu melihat iklan apapun aplikasi yang digunakan
  • Kamu menginstall aplikasi lalu ikonnya segera menghilang
  • Baterai ponsel lebih cepat habis dari biasanya
  • Ada aplikasi yang tidak dikenali di ponsel.

Apa yang bisa dilakukan oleh malware

Selain membombardir dengan iklan, malware seluler sering mengakses informasi pribadi. Target utamanya meliputi:

  • Kredensial perbankan
  • Informasi perangkat
  • Nomor ponsel dan alamat email
  • Kontak list

Cara menghentikan malware

Malware di ponsel bukannya tidak dapat dicegah atau dihilangkan. Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Selalu update software ponsel. Memperbarui software merupakan langkah terpenting untuk melindungi perangkat dan akun mereka karena biasanya update software menambal kerentanan.
  • Tinjau kembali izin yang diberikan kepada aplikasi. Jika izin tidak sesuai dengan fungsi aplikasi putus segera.
  • Install aplikasi antivirus
  • Download aplikasi di toko aplikasi terpercaya, jangan dari toko aplikasi pihak ketiga.

***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed