BATAMBicara

AJI Khawatirkan Kebebasan Pers dan Berpendapat di Indonesia, Peretasan Media Jadi Ancaman Baru!

BATAMBicara | Jakarta – Dewasa ini, perkembangan media pers semakin bisa di akses oleh kalangan pengguna media, baik penyebarannya maupun dalam bentuk rilisan yang bisa mengkritik pemerintah. Terkait itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengkhawatirkan kondisi kebebasan pers tersebut, menyusul serentetan serangan peretasan terhadap media Indonesia yang menerbitkan artikel mengkritik penanganan pemerintah menghadapi virus corona.

Setidaknya empat organisasi media telah menjadi sasaran serangan digital yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Abdul Manan, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dalam lansiran Tempo.co. Rabu (26/8). “Ini terlalu serius untuk sebuah kebetulan,” kata Manan.

Menurutnya, jenis serangan ini pasti, jenis dan sasaran yang dituju adalah media yang sejauh ini cukup kritis. “Ada maksud yang sangat jelas, bahwa ini adalah bagian dari upaya untuk mengurangi sikap kritis media terhadap pemerintah”, ungkap Manan.

Manan juga mengutarakan, bahwa serangan tersebut bervariasi, dari serangan dan peretasan ke server, ‘doxing’ atau menyebarkan informasi pribadi ke publik, hingga penghapusan artikel berita tertentu.

Awal bulan Juni lalu, Komisioner HAM PBB, Michelle Bachelet memperingatkan adanya usaha untuk mengekang kebebasan berpendapat di negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia di tengah pandemi ini.

Jumat pekan lalu (21/08) layar situs berita Tempo, yang merupakan bagian dari Grup Media Tempo yang juga menerbitkan harian Koran Tempo dan majalah mingguan Tempo, diganti dengan tampilan hitam berisi tulisan ‘hoax’ dengan huruf merah tebal.

Pada hari yang sama, tujuh artikel, termasuk dua yang mengkritik peran Badan Intelijen Indonesia (BIN) dalam penanggulangan pandemi, telah dihapus dari situs tirto.id, kata pemimpin redaksi Tirto, Sapto Anggoro. “Meretas dengan cara, jenis, atau bentuk apapun, termasuk menghapus dan mengedit artikel berita Tirto dan media lainnya secara illegal menunjukkan sinyal ancaman terhadap kebebasan pers Indonesia,” kata Sapto.

Kepada ABC Indonesia, Sapto juga mengatakan bahwa peretasan ini baru pertama kalinya dialami oleh Tirto.

Tujuh Artikel Berita Tirto Yang Sempat Hilang atau Diedit

Tujuh Berita Tirto Yang Sempat Diedit Atau Dihilangkan Oleh Peretas

1. Polisi-Polisi Pejabat: dari Urus Beras, PNS, hingga Korupsi dihapus pada 18/Aug/2020:23:42:55

2. Preview Drakor Flower of Evil Eps 7 di tvN: Kaki Tangan Do Min Seok dihapus pada 19/Aug/2020:04:43:32

3. Soal Obat Corona: Kepentingan BIN & TNI Melangkahi Disiplin Sains dihapus pada 20/Aug/2020:19:43:21

4. Berbagai Kejanggalan ‘Obat Corona’ dari Unair, BIN, dan TNI AD dihapus pada 20/Aug/2020:19:45:15

5. Suara Nyaring Demokrat di DPR Tolak Omnibus Law RUU Cilaka dihapus pada 20/Aug/2020:21:37:15

6. Prahara Demokrat Mengoreksi Kepemimpinan SBY dihapus pada 20/Aug/2020:21:38:50

7. SBY & Sikap Malu-Malu Demokrat yang Masih Berharap Dilirik Jokowi dihapus pada 20/Aug/2020:21:41:03

Merespon peretasan yang dialaminya, kemarin (25/08) dengan didampingi oleh LBH Pers, YLBHI, dan SAFEnet, kedua media daring ini mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. “Kami sudah lapor polisi, kemarin, Tempo dan Tirto,” tutur Sapto Anggoro kepada Hellena Souisa dari ABC Indonesia.

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed