oleh

RUU HIP Jika Disahkan, 212 Jilid 2 Akan Beraksi

BATAMBicara | Jakarta – Rencana DPR/MPR RI yang terlanjur memberikan judul Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) hingga kini masih menuai kritik dan tolakan aksi dari masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, Rabu (24/6) aksi penolakan RUU HIP itu sudah dilakukan di depan gedung Senayan Jakarta, aksi yang termasuk mengawal Maklumat MUI itu di sampaikan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis-Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK-NKRI).

Ormas Front Pembela Islam (FPI) juga tegaskan pemerintah melalui DPR/MPR RI agar segera membatalkan Undang-Undang yang mengutak-atik landasan negara itu.

FPI dalam acara ‘Apel Siaga Ganyang Komunis’ pagi tadi di Lapangan Sepak Bola Ahmad Yani Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ahad (5/6), Inspektur upacara KH Shobri Lubis, menyampaikan, bahwa faham Komunisme, Marxisme dan Leninisme dengan maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai Dasar Negara, jangan pernah di dengungkan lagi di telinga negeri ini. “Kita akan awasi terus Rancangan Undang-Undang tersebut, karena Pancasila sudah final dan jangan ada oknum ataupun kelompok yang akan merubah itu (Pancasila),” jelas Ketua Umum FPI tersebut.

Apel Siaga Ganyang Komunis pada pukul 11.00 Wib, tadi pagi itu, bertindak selaku Komandan upacara adalah Panglima LPI pusat Ustadz Maman Suryadi (UMS). Sedangkan protokol upacara H. Munarman, dihadiri para laskar dan ormas dari setiap perwakilan daerah.

Selanjutnya dalam upacara yang mengawasi RUU HIP agar jangan di Sah kan oleh majelis yang terhormat dari dalam gedung Senayan tersebut, turut penyampaian nasehat dari Ketua Umum MUI DKI, Munahar Muchtar, yang mewakili 34 Provinsi. “Jika tidak dibatalkan RUU HIP, maka akan kita turunkan ummat yang lebih besar 212 jilid 2 dan bisa jadi lebih dari Aksi 212 pertama tersebut,” kata Ketua Umum MUI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Munahar turut menyampaikan orasi nya. “Saya hadir atas nama MUI Indonesia, baik Provinsi DKI dan para pimpinan MUI 34 provinsi, kita sudah keluarkan maklumat bahaya laten komunis gaya baru saat ini. Ini adalah musuh nyata, musuh besar bagi bangsa Negara Republik Indonesia,” sebutnya.

Munahar juga meminta agar RUU HIP tidak hanya ditunda. Menurutnya, RUU HIP sudah sepatutnya dibatalkan dan tidak lagi dibahas. “Maka kita sudah minta DPR selaku wakil rakyat, kita minta pemerintah, presiden, RUU HIP tidak ditunda tapi dibatalkan,” ucapnya. (saut/bb)

Kontributor: shob/lpi
Editor: saut/bb

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed