oleh

Mahasiswa Stikom Muhammadiyah Batam Ciptakan Kran Air Tanpa Sentuhan

Batambicara.id (22/4/2020) | Batam – Ditengah pedemi Covid-19 ini, sesuai arahan pemerintah yang akan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau jaga jarak berskala besar. Mahasiswa Stikom Muhammadiyah Batam (SMB) membuat suatu alat pencuci tangan otomatis. Minggu (19/04/2020) lalu.

Alat ini dibuat oleh Mardani Efendi salah satu mahasiwa semester akhir Stikom Muhammadiyah Batam. Dalam satu hari Mardani Efendi menyelesaikan proyeknya tersebut, yang menghabiskan biaya sebesar Rp300.000.

Mardani Efendi mengatakan alat yang ia buat ini untuk memudahkan masyarakat mencuci tangan dan menjaga benda itu agar tidak disentuh oleh tangan.

“Supaya masyarakat tidak menyentuh apa pun kecuali sabun pada saat mencuci tangan, apalagi di tempat umum kita kan ga tau tu, siapa saja yg menyentuh kran air tersebut”, imbuh Mardani.

Alat tersebut akan di sumbangkan Mardani ke pengurus RT tempatnya tinggal. Agar dapat dipergunakan untuk masyarakat sekitarnya.

Ketua Stikom Muhammadiyah Batam Mohd Iqbal ST, M.Kom, sangat mengapresiasi hal ini karena dalam pandemi sekarang ini mahasiswa mau berinovasi membuat alat yang sesuai dengan jurusannya di kampus.

“Kami juga berharap ada inovasi-inovasi dari mahasiswa dan dosen lain untuk membantu membuat program atau alat yg bisa membantu masyarakat dalam menangani wabah ini. Walaupun sederhana tapi minimal ada inisiatif dalam mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat” tutur Ketua SMB ini.

“Jangan melihat kesederhanaan alat tapi inisiatif dan inovatif dari mahasiswa yang tulus membantu saat ini dan berguna untuk memutuskan mata rantai Covid-19 ini”, sambungnya.

Iqbal juga berharap jika pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan pihak-pihak kampus untuk menunjang ciptaan-ciptaan dari para mahasiswa untuk bisa berinovasi dalam hal dapat membantu dan berguna ditengah-tengah masyarakat.

“Apalagi kalau pemerintah daerah mau bekerjasama dengan dunia kampus dalam membuat alat-alat, seperti ini dan mungkin ada alat untuk membantu memutus mata rantai Covid-19 lainnya.

Mungkin juga sudah dilakukan kampus-kampus lain yang berada luar Kota Batam. Kita ada beberapa kampus di Kota Batam, dalam hal ini siap membantu pemerintah” tutup Iqbal. (Rnc/bb) **

Gambar: Mardani Efendi saat uji coba inovasinya (foto/Rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed