oleh

Hari Pertama Puasa BP Batam Lakukan Hujan Buatan

Batambicara.id (18/4/2020) | Batam – Puasa tahun ini masuk tepatnya tanggal 24 April 2020, menurut kalender hijriah dan selanjutnya akan menunggu keputusan Kementrian Agama RI. Hari pertama puasa tersebut Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) berupa hujan buatan.

Meski beberapa hari belakangan ini Batam sudah diguyur hujan, namun guna untuk meningkatkan level Dam Duriangkang ke level aman maka BP Batam akan menambah debit air dengan membuat hujan buatan.

Sebagaimana mengutip Batampos.co.id, kata Direktur Fasilitas Lingkungan dan Aset BP Batam, Binsar Panjaitan, “hujan buatan akan dimulai 24 April nanti. Selanjutnya tanya ke Pak Hadjad (Manajer Air Baku BP Batam) ya, karena ia yang teleconference dengan pihak terkait,” imbuhnya, Kamis (16/4/2020).

Sedangkan Manager Air Baku BP Batam, Hadjad Widagdo, mengatakan pola TMC akan disesuaikan dengan kondisi cuaca pada akhir April nanti.

”Kita menyesuaikan pola hujannya direncanakan mulai dari akhir April sampai dengan akhir Mei 2020, ” ujarnya.

Ia juga mengatakan tim BPPT sudah datang ke Batam dan koordinasi dengan Stamet
Hang Nadim.

“Tim BPPT sudah melakukan survei sejak Maret lalu dan memperkirakan hujan buatan bisa dilaksanakan di April”, ungkapnya kembali.

“Mereka sudah di Batam keliling melihat dinamika atmosfer dengan penglihatan visual. Data itu diolah kemudian dilaporkan ke BP tentang bagaimana kelayakan TMC di Batam. Itu butuh waktu sekitar 30 hari,” ”tuturnya.

Sebelumnya, ATB melakukan pendalaman alur di sekitar Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu.

Pendalaman alur ini diharapkan mampu membuat IPA bisa tetap beroperasi hingga 40 hari ke depan.

Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB berujar “Kami akan melakukan berbagai upaya agar pelayanan air bersih bisa tetap terjaga dengan
baik”.

Saat ini, pipa intake ponton di IPA Tanjungpiayu hanya tinggal 40 cm dari dasar waduk yang telah dipasang plat baja sebelumnya.

Diprediksi, pipa ini hanya akan mampu menyedot air selama 15 hari kedepan jika hujan tak kunjung turun dengan intensitas yang memadai. (*)

Gambar: ilustrasi hujan buatan (foto/istimewa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed