oleh

“Cilaka” Buruh Batam Menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

FSPMI Kota Batam, apel persiapan penyampaian orasi di depan kantor Walikota Batam, (dok/fspmi/fb).

Batambicara.ID | Batam – Demonstrasi Buruh pada hari ini Senin, (2/3/2020), yang berlansung di depan kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam meminta pemerintah kota agar aspirasi mereka disampaikan ke pemerintah pusat. Untuk mengurungkan niat undang – undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja atau ‘Cilaka’.

Para Buruh meminta untuk diundangkan kembali undang – undang yang saat ini masih digodok oleh pemerintah pusat bersama DPR RI.

Menurut Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam Suprapto mengatakan, massa yang turun pagi ini lebih kurang sekitar 17 ribuan para pekerja dari berbagai perusahaan di Batam.

“Tujuannya menyampaikan aspirasi di hadapan Walikota Batam dan DPRD Kota Batam,” katanya.

Penolakan Omnibus Law bukan hanya kali ini seperti di Kota Batam. Diketahui, di beberapa daerah di Indonesia aksi pecah ke jalanan pun sudah dilakukan oleh para pekerja untuk menolak undang – undang yang kontroversi bagi kalangan Buruh tersebut. Di Batam sendiri, setidaknya sudah tiga kali buruh turun aksi ke jalan. Mengenai penolakan pembentukan Omnibus Law ‘Cilaka’ ini.

Para Buruh yang bergerak dari setiap wilayah seperti dari Batu Ampar, Mukakuning dan Tunas Batam Center bergerak secara konvoi di jalanan menuju satu titik yakni ke jalan Engku Putri Batam Center.

Wakil Ketua Umum DPP FSP LEM SPSI Saiful Badri menjelaskan, tujuan buruh turun ke jalan, mengajukan sejumlah tuntutan ke pemerintah. 

“Salah satu intinya adalah, menolak Omnibus law yang akan dibuat pemerintah. Sebab, banyak peraturan perundang-undangan yang tak pro buruh. Malah nantinya berpotensi membuat gaduh situasi. Maka itu, kami keras menolaknya”. Tutup Syaiful, melanjutkan kembali orasi bersama para Buruh lainnya. (skt)

***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed