oleh

Jengkol Ampuh Bunuh Sel Kanker dan Obati Sakit Maag

Batambicara.ID | Mungkin sebagian kita ada yang mengetahui bahwa ternyata jengkol yaitu sebagai buah ajaib untuk membunuh sel kanker 10. 000 kali lebih kuat dari Kemoterapi. Seperti diketahui, pohon jengkol dikenal dengan makna varietas jengkol atau jengki.
Kerap buah Jengkol dikonsumsi dengan cara dilalap, di jus, minuman siap saji, sorbets, kue, emping jengkol dan sebagainya.

Hal sejenis ini menghasilkan banyak kebaikan, tetapi yang paling menarik yakni efek yang dihasilkan pada kista dan tumor. Buah ini adalah obat yang dapat dibuktikan melawan semua jenis kanker.
Jengkol dianggap juga sebagai spektrum anti mikroba pada infeksi bakteri dan jamur bisa dibuktikan dari baunya yg adikuat. Efektif pada parasit internal dan cacing, dapat mengatur tekanan darah yang terlalu tinggi & bermanfaat juga sebagai anti depresan, memerangi stres dan gugup.

Sumber info menarik ini datang dari salah satu produsen obat terbesar di dunia yg mengemukakan bahwa sesudah kian lebih 20 tes laboratorium yang ditangani sejak mulai tahun 1970, terungkap bahwa Jengkol bisa menghancurkan sel ganas di 12 daerah kanker termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas.

Senyawa buah ini tunjukkan 10. 000 kali lebih baik dari produk adriamycin, obat kemoterapi, biasanya digunakan di dunia, memperlambat perubahan sel kanker. Dan bahkan yang lebih mencengangkan jenis terapi dengan ekstrak Jengkol cuma menghancurkan sel-sel kanker ganas dan tidak mengubah sel-sel sehat.

Selain dapat membunuh sel kanker, buah dengan di nama latinnya Archidendron pauciflorum yang mempunyai sinonim Archidendron jiringa, Pithecellobium jiringa, dan Pithecellobium lobatum, ini memiliki antioksidan tinggi seperti, polifenol, flavonoid, terpenoid dan alkaloid yang baik untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Jengkol pun dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan, selain itu jengkol pun cendrung menghindari kita dari gangguan pencernaan seperti sakit maag.

Percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukkan jika tikus yang memakan jengkol dilindungi, terlindung dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti sakit maag. Kelompok tikus yang mengonsumsi jengkol meningkatkan enzim superoksida dismutase (SOD), yaitu enzim yang berperan penting dalam melindungi dinding lambung dari luka akibat asam lambung.

Namun demikian mengkonsumsi jengkol juga terbukti mengandung banyak zat yang bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak dan berlebihan. Dalam beberapa penelitian, jengkol memiliki kandungan nitrogen yang cukup tinggi, yang dapat menyebabkan masalah pada sistem perkemihan.

Jika Anda suka makan jengkol, maka Anda harus berhati-hati karena Anda dapat merusak makanan kegemaran Anda tersebut. Meskipun dinyatakan dalam sebuah penelitian jika keracunan jengkol adalah peristiwa yang langka, namun hal ini dapat membuat seseorang yang mengalami kegagalan ginjal. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed