BATAMBicara

Pengkritik Azan, Meliana Dihukum 18 Bulan Penjara

Batambicara.id (8/4/2019) | Tanjung Balai Asahan, Sumut – Masih ingat kasus Meliana (2016), pengkritik suara Azan, yang mengakibatkan sebuah vihara hangus terbakar di Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara?

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Meliana yang mengkritik volume azan. Alhasil, ia harus tetap menjalani hukuman sebagaimana putusan sebelumnya yaitu 18 bulan penjara.

Meliana mengkritik volume azan karena terlalu keras pada Juni 2016. Akibat tersebut rumah Meliana di Tanjung Balai Asahan. Sumut, dirusak oleh massa. Bahkan Vihara di kota itu dibakar, karena massa marah Meliana berani memprotes suara panggilan buat ibadah ummat Muslim tersebut.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak.

Meliana lewat pengacaranya kemudian mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Amar putusan Tolak,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Senin (8/4/2019).

Perkara nomor 322 K/PID/2019 itu diketuai hakim agung Sofyan Sitompul dengan anggota Desnayeti dan Gazalba Saleh. Perkara dengan panitera pengganti Raja Mamud itu diketok pada 27 Maret 2019.

Berikut ini perjalanan kasus Meliana sebagaimana dirangkum detikcom, Senin (8/4/2019):

Juli 2016
Meliana datang ke kios di Jalan Karya Lingkungan I Kelurahan Tanjungbalai Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai Asahan, Sumut.

“Kak, tolong bilang sama uwak itu, kecilkan suara Masjid itu Kak, sakit kupingku, ribut,” kata Meliana ke Kasini alias Kak Uo.

29 Juli 2016
Kritik itu berkembang menjadi isu SARA. Beberapa orang provokator memanas-manasi warga. Mereka menggerakkan warga untuk menggeruduk rumah Meliana. Akibatnya, rumah Meliana dirusak. Tidak hanya itu, vihara yang ada di kota itu pun dibakar.

19 Desember 2016
MUI Kota Tanjung Balai Asahan memutuskan ucapan/ujar yang disampaikan oleh Meliana atas suara azan yang berasal dari Masjid Al-Maksum sebagai perendahan dan penistaan terhadap agama Islam.

MUI merekomendasikan kepada pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti proses penegakan hukum atas Meliana.

Kasus pun bergulir ke pengadilan.

23 Januari 2017
Perusak dan pembakar vihara dihukum, yaitu:

  • 1. Abdul Rizal dihukum 1 bulan 16 hari.
  • 2. Restu dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  • 3. M Hidayat Lubis dihukum 1 bulan dan 18 hari.
  • 4. Muhammad Ilham dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  • 5. Zainul Fahri dihukum 1 bulan dan 15 hari.
  • 6. M Azmadi Syuri dihukum pidana 1 bulan dan 11 hari.
  • 7. Heri Kuswari dihukum 1 bulan dan 17 hari (kena pasal kasus pencurian).
  • 8. Zakaria Siregar dengan pidana 2 bulan dan 18 hari.

30 Mei 2018
Meliana mulai duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Nasib Meliana Pengkritik Volume Azan Kini di Tangan MA (Mahkamah Agung).

21 Agustus 2018
PN Medan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Meliana.

22 Oktober 2018
Pengadilan Tinggi (PT) Medan menguatkan vonis Meliana. Majelis hakim diketuai Daliun Sailan dengan anggota Prasetyo Ibnu Asmara dan Ahmad Ardianda Patria. Meliana dinilai melanggar Pasal 156 KUHP. Meliana tetap dihukum 18 bulan penjara.

“Menurut majelis hakim tingkat banding, lamanya pidana tersebut telah memenuhi rasa keadilan bagi terdakwa dan bagi masyarakat, karena telah sesuai dengan kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara ini,” ujar majelis.

23 November 2018
Memori kasasi Meliana dikirimkan ke MA.

“Saya, Meliana, percaya kepada tim penasihat hukum. Saya sudah melakukan yang terbaik dan saya setuju untuk melakukan upaya hukum kasasi. Saya mohon kepada hakim Ketua Mahkamah Agung supaya memberikan putusan atas tuduhan yang tidak pernah saya lakukan,” kata Meliana dalam secarik kertas dari balik penjara.

27 Maret 2019
MA menolak kasasi Meliana.

Amar putusan Tolak,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya. Perkara nomor 322 K/PID/2019 itu diketuai hakim agung Sofyan Sitompul dengan anggota Desnayeti dan Gazalba Saleh. Perkara dengan panitera pengganti Raja Mamud itu diketok pada,

8 April 2019
MA melansir amar putusan tersebut.

(Detik) **

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed