oleh

PUBG Tidak Haram, MUI Memutuskan Dua Perkara

BatamBicara.id (27/3/2019) | Jakarta – PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) adalah sebuah permainan dengan genre battle royale, yang para pemainnya bisa bermain dengan 100 orang sekaligus secara daring. Di dalam permainan ini pemain bisa bermain solo, tim 2 orang, dan tim 4 orang, serta bisa mengundang teman untuk bergabung ke dalam permainan sebagai tim (Wikipedia) Mobile sedang hangat-hangat diperbincangkan di Indonesia, berkat salah satu wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat memberi label Haram kepada salah satu game populer bergenre Battle Royale yaitu PUBG. Namun akhirnya hal tersebut akan menuju titik terang. 

Salah satu game PUBG.
Fhoto : ilustrasi (google)

Setelah berdiskusi dengan pakar psikologi, Kemenkominfo, KPAI, hingga Asosiasi esports membahas terkait pelarangan PUBG yang dilangsungkan di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Selasa kemarin.

Dua perkara yang diputuskan MUI tentang game PUBG

Dengan membahas dampak positif dan negatif game PUBG serta melihat kemungkinan perlu atau tidaknya fatwa dari MUI terhadap game tersebut. Alih-alih membahas fatwa, forum diskusi ini memfokuskan beberapa catatan yang bersifat rekomendasi yang akhirnya terjadi kesepahaman dan kemudian menjadi catatan hasil diskusi. 

Pertama, game sebagai produk budaya ini memiliki sisi negatif dan juga sisi positif, untuk itu, peserta FGD memiliki kesamaan pandangan, untuk mengoptimalkan sisi positif game dan salah satu ikhtiar itu adalah mengkanalisasi melalui e-sport, untuk mengoptimalkan nilai kemanfaatan, memberikan aturan-aturan yang asalnya tanpa aturan, kemudian meminimalisir dampak negatif,” terang Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh. 

Salah satu game PUBG

Kedua, Untuk kepentingan optimasi kesadaran publik, Komisi Hukum MUI mengusulkan adanya review Permen No. 11 Tahun 2016 yang merupakan ikhtiar pemerintah memberikan pengaturan terhadap game agar bisa lebih tinggi manfaatnya dan dicegah mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan,” lanjutnya. 

Niam mengatakan ada catatan terakhir untuk game PUBG tersebut antara lain pembatasan usia, konten, waktu, dan dampak yang ditimbulkan. Di samping itu juga pelarangan beberapa jenis game yang memang secara nyata berkonten pornografi, perjudian, perilaku sosial menyimpang, dan juga konten yang terlarang secara agama dan juga peraturan perundang-undangan.

Menurut Niam, catatan hasil FGD (Forum Group Diskusi) di atas nantinya akan menjadi acuan atau referensi bagi pembahasan internal Komisi Fatwa MUI. Yang jelas, sejauh ini, belum ada fatwa yang dikeluarkan terhadap game online, termasuk PUBG. 

Jadi, sudah menemukan titik terang tentang nasib dari game Battle Royale yaitu tidak adanya label Haram sejauh ini untuk PUBG, dan untuk para pemain harusnya sudah bisa bernafas lega untuk bermain ke depannya. (NewsKumparan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed