Teknologi

Resmi! Indonesia Hadapi Perkembangan 5G tahun 2022

BATAMBicara | Tahun 2021 Teknologi internet 5G sudah tersedia di Tanah Air, tepatnya pada Mei 2021, setelah Telkomsel resmi menghadirkan jaringan generasi ke 5 di Indonesia.

Merujuk pada riset yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB), perkembangan jaringan 5G di Indonesia berpotensi memberikan kontribusi lebih dari 2.800 triliun rupiah atau setara dengan 9,5%dari total PDB Indonesia

Nilai ini terus tumbuh hingga berpotensi mencapai angka kumulatif lebih dari 3.500 triliun rupiah atau setara dengan 9,8% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2035.

Penerapan 5G yang agresif juga memberikan potensi keuntungan bagi peningkatan investasi bisnis di Indonesia, dengan tambahan investasi sebesar Rp 591 triliun dan Rp 719 triliun pada tahun 2030 dan 2035.

Sementara itu jika mengacu pada riset bertajuk ‘Ericsson Mobility Report 2020’, perusahaan teknologi bisa memperoleh US$ 44,2 miliar atau Rp 625,7 triliun dari masifnya digitalisasi pada 2030. Sebanyak 39% di antaranya atau US$ 17,7 miliar (Rp 250,6 triliun) merupakan hasil adopsi 5G.

Dari jumlah tersebut, 47% atau Rp 116,1 triliun di antaranya menjadi ‘jatah’ perusahaan telekomunikasi.

5G skor

Cakupan 5G di Indonesia
Tak hanya operator milik Indonesia Telkomsel, Indosat Ooredoo pun melakukan hal yang sama, selisih satu bulan yakni pada Juni 2021 operator terbesar kedua di Indonesia, resmi meluncurkan layanan 5G di Indonesia. Anak perusahaan Qatar Telecom itu memilih kota Solo sebagai area peluncuran,

Saat ini Telkomsel dan Indosat Ooredoo telah menyebar jaringan 5G di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk ini jaringan 5G Telkomsel sudah tersedia di sejumlah titik, mulai dari DKI Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Medan, Batam, Makassar, Balikpapan, dan Bali.

Untuk di DKI Jakarta 5G Telkomsel tersedia di Alam Sutera, BSD, Kelapa Gading, PIK, Pondok Indah, dan widya Chandra. Sementara Indosat tersebar di Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Dan menurut Indra Mardiatna, Vice President Technology Strategy Telkomsel ada beberapa sektor industri di Tanah Air yang dinilai potensial untuk use case 5G, misal di sektor kesehatan ada eHealth, telemedicine atau virtual diagnosis memiliki potensi pengembangan kedepan.

Lalu di sektor manufaktur juga demikian, banyak pabrik yang perlu dibantu soal otominisasi, robotik dan lain-lain. Kue besarnya dari 5G ada di industri, karena setiap solusi akan menghadirkan efisiensi.

Telkomsel Ungkap Mengapa Pelanggan 5G-nya Masih Ribuan

Respon masyarakat
Selang enam bulan sejak diresmikan, pelanggan 5G Telkomsel dirasa belum cukup banyak. Padahal, teknologi tersebut sudah digelar di sembilan kota di Indonesia.
Nugroho, Direktur Network Telkomsel mengungkapkan alasan mengapa pelanggan 5G-nya baru mencapai ribuan padahal perangkat 5G di masyarakat sudah lebih dari satu juta unit.

“Kalau kita perhatikan, saat ini pelanggan 5G kami baru sekitar ribuan. Padahal device yang sudah bisa 5G di jaringan Telkomsel ada sejutaan. Kenapa belum pake 5G? Karena handsetnya belum kompatibel dengan jaringannya,” ungkap Nugroho.

Guna mempercepat experience 5G di masyarakat, Nugroho menuturkan saat ini Telkomsel sedang bekerja sama dengan regulator dan handset manufacturer, untuk bisa memastikan agar handset yang sudah tersebar di market bisa dibuat segera kompatibel dengan jaringan.

Menurutnya, bukan hanya karena Telkomsel, tetapi karena 5G di Indonesia menggunakan frekuensi atau spektrum yang tidak umum buat 5G yaitu 2300MHz.

Nugroho berharap supaya sesegera mungkin handset 5G bisa kompatibel dengan jaringan sehingga bisa lebih banyak masyarakat yang memiliki experinece 5G, dan kemudian bisa ada word of mouth yang menyampaikan kepada pengguna lain bagaimana mereka terbantu dengan adanya 5G.

Sementara pelanggan 5G Indosat Ooredoo menurut Arief Musta’in, Director & Chief Strategy and Innovation Officer Indosat Ooredoo, menyebut adopsi 5G populasinya itu rata-rata nasional ada 41%, di pulau Jawa itu rata-rata petumbuhannya 43%,

Indosat Ooredoo untuk menggelar 5G memanfaatkan pita frekuensi 1,8 GHz (1.800 MHz). Pada frekuensi tersebut, operator yang identik dengan warna kuning-merah ini memiliki total lebar pita 2×22,5 MHz, di mana 20 MHz digunakan untuk 5G.

Selular Editor’s Choice 2021: Best 5G Smartphone

Catatan untuk vendor smartphone 
Implementasi 5G di Indonesia dilakukan lebih cepat dari prediksi para pengamat.
Menurut Lucky Sebastian, pengamat gadget sekaligus pendiri Gadtotrade, memprediksi jaringan 5G dirilis pada 2022.

Dan walaupun areanya dan perangkat yang mendukung jaringan 5G masih sedikit, masyarakat Indonesia tetap antusias terhadap smartphone 5G. Meski masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang belum ada jaringan 5G, mereka tetap menggunakan smartphone 5G.

“Yang penting punya smartphone 5G dulu, walau implementasi 5G di Indonesia belum maksimal. Jadi ketika wilayah cakupan 5G sudah luas dan smartphone 5G sudah banyak, penggunanya bisa langsung menggunakan jaringan 5G,”ujar Lucky dalam satu kesempatan kepada Selular, beberapa waktu lalu.

Walaupun sekarang smartphone 5G sudah banyak, tapi masih banyak yang harus dibenahi. Chipset juga sudah siap mendukung jaringan 5G dari Qualcomm dan Mediatek. Biasanya chipset tersebut sudah terintegrasi dengan modem 5G.

Dulu smartphone yang mendukung jaringan 5G hanya flagship. Sekarang smartphone entry level yang mendukung 5G semakin banyak. Namun, tidak semua smartphone 5G yang beredar di Indonesia mendukung spektrum dari provider yang sudah melakukan implementasi 5G di Indonesia.

Karena spektrum yang digunakan Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL berbeda-beda.Tidak semua smartphone 5G bisa mendukung band Telkomsel. Tapi smartphone yang mendukung band Indosat dan XL ada.

Baca Juga:AIPTI: Permintaan Ponsel 5G Berbanding Lurus Dengan Ketersediaan Jaringan 5G

Dari segi chipset dan teknologi, dirasakan Lucky sebentar lagi semua smartphone bisa mendukung jaringan 5G dari setiap provider yang sudah implementasi 5G di Indonesia. Hanya spektrumnya saja yang perlu dibenahi.

Ponsel 5G di Indonesia tersedia dari ponsel di kelas entry level hingga flagship. Berikut adalah daftar ponsel 5G di Indonesia selama 2021:
• Redmi Note 10 5G
• Mi 11 Ultra 5G
• POCO M3 Pro
• POCO X3 GT
• POCO F3 5G
• Realme 8 5G
• Realme GT Neo 2
• Vivo V21 5G
• Vivo X60 series
• Samsung Galaxy A22 5G
• Samsung Galaxy A32 5G
• Samsung Galaxy A52s
• Samsung Galaxy S21
• Samsung Galaxy Z Flip 3
• Samsung Galaxy Fold 3
• Oppo Reno5 5G
• Oppo A74
• Oppo Find X3 Pro 5G

***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button