BATAMBicara

Dibukanya Kembali Pintu Singapura, Respon Dunia Usaha dan Kesiapan Pemerintah Daerah

BATAMBicara | Batam – Kalangan dunia usaha menyambut baik rencana dibukanya kembali pintu masuk Indonesia dan Singapura. Karena selama pandemi Covid-19 komunikasi dengan berbagai investor di luar wilayah Indonesia hanya melalui daring, zoom dan lain sebagainya.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan dalam News Webilog, di salah satu media Batam, beberapa hotel di Kota Batam banyak terkena dampak positif dari kebijakan dua negara ini.

Ia menilai pengusaha masih tetap maksimal dalam menjalankan usahanya. Tapi tak sedikit juga yang banting stir, ataupun beralih ke usaha lain. “Seluruh negara saya rasa hampir sama kondisi ekonominya hampir minus,” kata Jadi, pada dalam blog yang bertema “Selamat datang Tamu Singapura”, Senin (26/10/2020) kemarin.

Setiap pengusaha, kata dia, wajib melihat peluang usaha di Batam. Misalnya yang lebih dibutuhkan saat ini bisnis sembako, dan lain sebagainya. Dimana saat ini harga kebutuhan pokok yang terlalu tinggi. Dikarenakan wilayah Batam bukan wilayah penghasil sehingga beberapa barang pokok mesti diimpor.

Sayangnya tak bisa langsung ke Batam pengirimannya melainkan harus dari wilayah lain. “Kondisi ini bukan biasa-biasa melainkan luar biasa. Kita sudah ada tim juga untuk penanganan ekonomi Batam. Bagaimana menjaga kesehatan tetapi tetap menjaga ekonomi,” paparnya.

Hari Pertama Penerapan TCA

Implementasi Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dan Singapura dimulai pada Senin (26/10/2020).

Jalur TCA yang telah dibuka ini memungkinkan para pebisnis atau diplomat untuk melakukan perjalanan antar dua negara yang saling berbatasan tersebut, yakni Indonesia dan Singapura.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengakui pihaknya sudah dapat protap dari Kementerian Luar Negeri Singapura, melalui Konjen Singapura yang ada di Batam. Bahwasanya Singapura dan Indonesia sudah siap dalam sistemnya untuk menjalankan TCA.

“Hari ini sudah bisa pengajuan datanya. Mulai bisa di entry. Kemudian trouble passnya bisa di approve tanggal 1 atau 2 November,” kata Syamsul, mengutip harian Tribun Batam. Senin (26/10/2020).

Diakuinya Pemerintah Singapura menetapkan tanah merah sebagai pelabuhannya. Dan di Batam, sudah ditetapkan Pelabuhan Internasional Batam Center. “Kenapa di Pelabuhan Batam Center? Karena lebih banyak akses pelayanan sebelumnya. Ini baru tahap sementara.

Nanti kalau 300 kuota diapprove, bisa saja kedepan pelabuhan Habourbay dan pelabuhan Nongsa Point Marina menjadi entry,” tuturnya.

Syamsul menegaskan persyaratan yang paling utama harus ada sponsor keduanya, baik yang dari Singapura maupun Indonesia. Sementara aplication form dibuat oleh sponsor. “Lalu harus memiliki rute perjalanan dan 2 kali swab baik dari Singapura ke indonesia maupun Indonesia ke Singapura,” imbuhnya.

Untuk hari ini, tegasnya, baru hanya sekedar pembukaan sistem pengajuan. Jumlah tamu yang masuk ke Batam akan diketahui setelah 1 sampai 2 November 2020 mendatang. “Karena mereka membutuhkan 72 jam di entry. Ada persyaratan yang harus dipenuhi supaya mereka masuk. Sponsornya harus jemput di pelabuhan.

Lebih penting lagi swab di approve rumah sakit mana yang ditujukan,” katanya. Ia menambahkan sejauh ini Menkes lagi mempersiapkan laboratorium sehingga hasil swab bisa lebih cepat. Sehingga mereka langsung bisa menjalankan aktivitasnya. “Sementara untuk Hotel sudah mengusulkan 11 hotel yang menjadikan rujukan. Terdekat ada Haris, Aston dan lainnya. Hotel-hotel sudah patuhi protokol kesehatan.

Hotel mana diapprove kedua belah pihak. Kedua tamu harus mematuhi aturan negara. Sebelum masuk harus memenuhi syarat di Singapura kemudian di Indonesia. Selanjutnya kemana pun pergi harus di tracking. Mereka tak bisa melewati garis hijau. Misalnya batasnya 10 hari,” jelasnya. (**)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed