oleh

Penyebab Akun Ade Armando Dilaporkan Datuak Minangkabau

BATAMBicara | Padang, Akun netizen yang sering mengundang kontroversi pada postingannya di medsos, Ade Armando (AA), kembali dilaporkan kepada Polisi. Cuitan Ade Armando di akun Facebook miliknya pada 4 Juni 2020, ini dinilai telah menghina atau mencemarkan nama baik masyarakat Minangkabau.

Kali ini Sejumlah datuak di Minangkabau yang tergabung dalam Badan Kordinasi (Bakor) Kerapatan Adat Nagari (KAN) se dan Imam Mahkamah Adat Alam Minangkabau melaporkan akun bernama Ade Armando ke Polda Sumbar.

Dikutip dari laman Halo Padang, Ketua Umum Bakor KAN Sumbar, Yuzirwan Rasyid Datuak Gajah Tongga meyampaikan, “Kedatangan kami terkait dengan kelanjutan surat Gubernur ke Kominfo yang ditanggapi oleh akun media sosial bernama Ade Armando yang diduga memberikan hujatan pelecehan kepada masyarakat adat Minangkabau.” yang disampaikan di Polda Sumbar, Selasa (09/06).

Dalam akun media sosial (medsos) Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia Ade Armando mempertanyakan kenapa injil tidak boleh dicetak dalam bahasa Minangkabau.

“Dalam perspektif dia, kenapa tidak boleh Injil dicetak dalam bahasa Minangkabau, sementara di Minangkabau sudah ada pakemnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Menurutnya, atas pakem tersebut, tidak ada pilihan lain lagi. Oleh sebab itu, masyarakat adat Minangkabau merasa dilecehkan dan tersinggung,” ujar Yazirwan.

Yazirwan mengatakan masyarakat adat Minangkabau merasa dilecehkan dan jika ini dibiarkan akan menjadi pemecah dan pengkotak-kotakan orang Minangkabau serta membuat gaduh terutama di media sosial. Ia akan berkoordinasi dengan penasehat hukum untuk langkah selanjutnya agar dapat diselesaikan menurut hukum negara.

Tuanku Irwansyah Datuak Koto Mangguangan, Imam Mahkamah Adat Alam Minangkabau mengatakan, akun Ade Armando (AA) tersebut menyinggung masyarakat adat Minangkabau. “Orang Minang itu ada di seluruh dunia tidak di sini saja. Tapi kalau orang Sumbar boleh tidak beragama lain? ya boleh. Makanya gereja di sini masih ada. Bisa kita lihat di Sumbar tetap menjaga kerukunan beragama tak pernah ada kerusuhan dalam keyakinan. Tapi kalau Minangkabau itu ia punya syarat-syarat dan dimana pun ia berada, masyarakat Minangkabau memakai filosofi Adat Basandi Syara. Syara Basandi Kitabullah (ABS SBK), hanya punya satu tuhan sesuai sila pertama, dan orang Minang itu sesuai ajaran Islam yaitu qul huallahhu ahad.” ujarnya. (str/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed