oleh

Empat Orang di Kepri Positif COVID-19, MUI Provinsi: Masih Aman Sholat Jumat

Batambicara.id (21/3/2020) | Tanjungpinang – Pelaksaan sholat berjamaah di Masjid – masjid wilayah provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih seperti biasa dilkasanakan, terutama pada sholat Jum’at. Namun hal tersebut bagi setiap pengurus Masjid tetap menggulung tikar (sajadah) dan mencuci lantai setiap pagi dan petang di seluruh Masjid wilayah Kepri. Guna tetap menjaga kesterilan lantai Masjid.

Dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Riau menyatakan, kondisi Kepri saat ini masih memungkinkan bagi umat muslim melaksanakan shalat berjamaah meski hingga saat ini diketahui terdapat empat pasien positif Corona Virus Disiase (Covid-19).

 Wakil Ketua Umum MUI Kepri H Bambang Maryono Mpd di Tanjungpinang, melansir InilahKepri, Jumat (19/3/2020) menyatakan, kondisi Kepulauan Riau saat ini masih di bawah standar darurat Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Tapi kalau nantinya sudah melebihi dari standar ditetapkan oleh Pemerintah, maka kami meminta masyarakat untuk kembali kepada Fatwa MUI untuk tidak shalat di Masjid, termasuk sholat Jumat yang bisa digantikan dengan sholat Zuhur di rumah,” ujar Bambang yang didampingi Sekretaris Umum MUI Kepri Edi Safrani dan Ketua Umum MUI Tanjungpinang Dr Fauzi.

Hal ini disebut Bambang sebagai rukhsah (bentuk keringanan beribadah) yang diberikan agama menghadapi situasi genting seperti mewabahnya Covid-19 ini.
“Tapi saat ini kondisi Kepri umumnya masih terkendali sehingga masyarakat masih memungkinkan untuk melaksanakan salat berjamaah,” sebut Bambang lagi.

Dalam kesempatan ini, Bambang menyampaikan sejumlah Fatwa MUI dalam menghadapi mewabahnya Covid-19. 
Orang yang belum terkena Covid-19 dia sebut berada dalam kawasan dengan potensi penularannya tinggi, atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pemerintah, maka yang belum terkena virus diberikan kemudahan untuk meninggalkan shalat berjamaah di Masjid atau di Mushalla.

Wakil Ketua Umum MUI Kepri H Bambang Maryono Mpd (tengah) didampingi Sekretaris Umum MUI Kepri Edi Safrani (kiri) dan Ketua Umum MUI Tanjungpinang Dr Fauzi, memberikan pandangan terkait pelaksanaan ibadah dalam situasi mewabahnya virus corona, Jumat (20/3/2020). (Foto/andri)

“Berdasarkan hukum fiqih, maka diperbolehkan meninggalkan sholat berjamaah, bahkan menggantikan sholat Jumat dengan sholat Zuhur di rumah,” jelas Bambang.

Namun apabila tinggal di kawasan dengan tingkat penularan yang rendah, maka hukumnya wajib untuk tetap melaksanakan sholat jumat.
“Maka dengan ini kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti Fatwa MUI ini dan tidak perlu diperdebatkan, karena yang telah dibuat MUI dan Pemerintah ini telah melaui kajian. Sama halnya fatwa ulama Al Azhar, Fatwa ulama Mekah dan Madinah dan ulama di berbagai belahan dunia dalam menghadapi virus corona ini,” terang Bambang. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed