oleh

China Buat Peta Baru, Klaim Perairan ‘Lubuk Ikan’ di Natuna

Batambicara.ID | Natuna – Kita tahu perairan Natuna, Kepulauan Riau sangat kaya sumber daya alam (SDA) disana, sehingga negara-negara tetangga sangat ingin menjamahnya bahkan ingin mengklaim bahwa itu zona teritorial negaranya.

Seorang nelayan tradisional di Natuna, Dedi sangat tahu juga di mana ikan berjalan paling kuat di perairan Indonesia dari pulau Natuna. Begitu juga orang Cina pun tahu.

Didukung oleh kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok bersenjata, armada penangkapan ikan Tiongkok telah menyerbu perairan kaya Laut Cina Selatan yang secara internasional diakui sebagai ikan Indonesia yang eksklusif.

Sementara Dedi menangkap dengan cara tradisional, menggunakan jaring dan garis, sementara pukat baja China mengikis dasar laut, menghancurkan kehidupan laut lainnya. Jadi tidak hanya kapal pukat China melanggar batas laut, ia juga meninggalkan pemandangan laut yang tak bernyawa.

“Mereka datang ke perairan kita dan membunuh segalanya,” kata Dedi, yang seperti banyak orang Indonesia menggunakan satu nama. “Saya tidak mengerti mengapa pemerintah kita tidak melindungi kita”, ungkap Dedi mengutip The New York Times.

Pemerintah Indonesia tampaknya telah mundur dari menghadapi China, mitra dagang terbesarnya. “Nelayan kami merasa takut,” kata seorang pejabat.

Khawatir akan menyinggung mitra dagang terbesar Indonesia, para pejabat Indonesia telah mengecilkan serangan oleh kapal-kapal nelayan China, berusaha menghindari konflik dengan Beijing atas klaim China yang luas di perairan ini. Tetapi dengan kehadiran China yang semakin agresif, para nelayan di Natuna merasa rentan.

“Ada periode kosong, lalu China kembali,” kata Ngesti Yuni Suprapti, wakil bupati kepulauan Natuna. “Nelayan kita merasa takut,” begitu menurut lansiran The New York Times.

Episode terbaru terjadi pada bulan Februari, kata para nelayan, ketika kapal-kapal nelayan China diapit oleh kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok menjatuhkan jaring pukat mereka lagi. Tampaknya wabah koronavirus yang memuncak di China pada saat itu tidak mengurangi ambisi global negara berfaham komunis itu.

Seorang kru menuju ke laut. 
Seorang kru menuju ke laut. 

Akan tetapi, kementerian perikanan Indonesia membantah adanya gangguan oleh China. Pemerintah Indonesia tidak menyediakan data tentang serbuan kapal-kapal nelayan asing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed