oleh

Seorang Warga Singapura Mengemis di Batam, Ajukan Proposal Masjid, Dapat Uang Habiskan di Gelper

Batambicara.id (28/9/2019) | Batam – Roslan bin Mahmud (55 tahun) yang sudah melakukan penipuan atas nama Masjid Al-Mukhlis, dan juga sudah menipu warga Tiban, Batam dengan dalih berutang.

Rizaldy menceritakan kronologis penangkapan Roslan warga negara Singapura kepada Batambicara.id, “ada orang asing tidur di Mushalla Al-Yaqin, RT 07 RW 01. Tiban Lama, Sekupang, Batam.

Sebelumnya marbut (penjaga) Mushalla Ramadhan melaporkan kepada Rizaldy, karena Rizaldy salah seorang pengurus Mushalla tersebut.

Roslan biasa ikut jama’ah Tabligh di Mushalla itu. Seiring berjalan, selang seminggu Roslan menyodorkan bantuan kepada Rizaldy untuk menyelesaikan pembangunan Mushalla Al-Yaqin, dengan cara membuat proposal yang akan diberikan kepada rekan-rekannya di Singapura.

Saat itu juga Roslan mengeluarkan satu proposal atas nama Masjid Al-Mukhlis, sebagai contoh untuk pengajuan atau pembuatan proposal.

Semenjak Roslan tinggal di Mushalla Al-Yaqin beberapa pekan, seorang jamaah Udin, sudah memantau dan memperhatikan tingkah laku Roslan. Karena Roslan mengatakan banyak anak angkat di Batam, tapi mengapa tinggal di mushalla.

Saat Rizaldy dan jama’ah mushalla yang lain berbincang dengan Roslan, datang Hendra, seorang penjual cilok. Hendra menceritakan kepada jama’ah, bahwa Roslan sering meminta-minta di Masjid Jabal Arafah Nagoya, dengan menyodorkan sebuah proposal.

Hendra bertanya kepada Roslan, sedang apa disini (mushalla) ? Roslan mengatakan sedang menunggu proposal dari pengurus mushalla. Hendra melanjutkan, “untuk meminta-minta di masjid sana lagi ya?”. Mendengar pertanyaan tersebut Roslan tidak terima, terjadilah cekcok antara Hendra dengan Roslan dihadapan Rizaldy dan jama’ah lainnya.

Selang sepekan berlalu, Rizaldy mendapati Roslan sedang meminta-minta di deretan ruko di bilangan Jodoh. Saat bertemu, Roslan mengatakan untuk tambahan dana pembangunan masjid dan mushalla. Rizaldy pun mengabaikannya.

Seiring berjalan waktu, salah seorang korban penipuan Roslan, adalah Deki juga menceritakan kepada Rizaldy bahwa Roslan sudah meminjam uang sebesar 1 juta dan tidak pernah ada niat untuk mengembalikannya.
Rizaldy tidak berhenti di situ, dia mencari informasi yang lebih kuat dan mencari keberadaan Roslan, di dapat informasi bahwa Roslan menggunakan hasil dari meminta-minta untuk bermain jakpot/gelper (gelanggang permainan) di bilangan Nagoya.

Berbekal aduan dari beberapa warga atas sikap Roslan yang menggunakan dana hasil meminta-minta mengatasnamakan masjid, maka Rizaldy dan beberapa warga mencari dan ingin menangkap Roslan. Karena semenjak cekcok dengan Hendra Roslan sudah tidak tinggal lagi di Mushalla Al-Yaqin dan kembali ke negaranya.

Sambil mengumpulkan beberapa aduan dan saksi atas perilaku Roslan. Rizaldy bersama warga mendatangi tempat permainan jakpot di kawasan Nagoya, tidak dijumpai Roslan disana. Rizaldy menitip pesan kepada Sekurity dan para ojek yang mangkal disana untuk menghubungi jika Roslan masuk ke wilayah gelper tersebut.

Didapati Roslan kembali lagi ke Batam dan akhirnya Roslan di temukan dilokasi gelper, setelah dihubungi Sekurity penjaga gelper tersebut.

Rizaldy bersama beberapa warga membawa Roslan ke Polsek Lubukbaja.

Saat di introgasi di Polsek Lubukbaja, Roslan tidak banyak berbicara. Karena kasus ini sudah melibatkan warga negara Singapura, Polsek Lubukbaja mengarahkan kasus ini ke Polresta Barelang bagian intelkam warga negara asing.

Malam itu juga Rizaldy bersama beberapa warga mengantarkan Roslan ke Polresta Barelang.

Dengan bukti proposal yang dibuat oleh Roslan dan Rizaldy sendiri pernah menyaksikan langsung dia meminta-minta di kawasan Jodoh, serta bukti pasport warga Singapura dengan menggunakan visa pelancong dan menggunakan visa tersebut untuk mengemis, serta ditemukan uang hasil meminta-meminta sebanyak Rp. 700.000,-.

Saat di Mapolresta Roslan menceritakan semua perilakunya selama di Batam kepada penyidik.

Kepada penyidik Inovan, Rizaldy berpesan untuk mengembangkan kasus ini dan melibatkan pihak imigrasi agar mencekal Roslan masuk ke Indonesia, khususnya Batam. Karena sudah banyak menipu warga dengan menggunakan proposal, penyalahgunaan visa kunjungan dan tidak memiliki tempat tinggal selama di Batam.

Warga yang sudah banyak di bohongi oleh Roslan sudah mengikhlaskan uang yang sudah dipinjami. Kini Roslan berada di Polresta guna menunggu akan dideportasi ke negaranya oleh pihak imigrasi”. ** (Rzl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed