oleh

Era Parlemen Soekarno Dikuasai Komunis, Wartawan Senior: Kakek Politikus PDIP Arteria Dahlan Pendiri PKI di Sumbar

BATAMBicara | Tokoh Masyarakat Minang, sekaligus wartawan senior, Hasril Chaniago, mengungkapkan, akar masalah seorang pemimpin salah partai di Indonesia sekarang, karena sangat kurang pemahamannya terhadap sejarah. Ia juga menjelaskan bagaimana sangat sayangnya orang Minang kepada Soekarno. Hal tersebut Ia sampaikan dalam acara ILC ‘Sumbar Belum Pancasilais’?. Selasa (8/9).

Terkait pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menyatakan ‘Jika Provinsi Sumbar Mendukung Negara Pancasila’. Ini banyak menimbulkan polemik bahkan melukai perasaan orang Minang.

Kata Hasril, seseorang yang tidak memahami sejarah bisa menuding seorang ‘Anti Pancasila’. “Ini sebenarnya tidak tahu sejarah Pancasila,” ungkapnya.

Hasril mengatakan, orang Minang banyak membantu Soekarno. “Selain merumuskan dasar negara, orang Minang juga yang menikahkan Soekarno dengan Ibu Negara Fatmawati. Orang Minang hanya mengkritisi Soekarno saat memasukan komunis pada pemerintahannya di tahun 1950-an. Itu bukan pemberontakan”, tegas Hasril.

“Orang minang mengkritisi Soekarno karena dianggap telah menyimpang dari Pancasila. Ini adalah sejarah yang harus dipahami oleh siapapun, tidak hanya mbak Puan,” katanya lagi. Pada kesempatan itu, Hasril juga mengingatkan Megawati soal PDIP tidak pernah menang di Sumbar. Gamawan Fauzi adalah calon gubernur yang didukung oleh PDIP Sumbar dan menang, kemudian menjadi gubernur Sumbar.

Selain itu, Hasril mengatakan, PRRI juga bukan memberontak tetapi mengoreksi pemerintah Soekarno yang dekat dengan PKI. Dan ini kita ketahui menurut sejarah, PKI malah memboncengi PRRI untuk membantai para tokoh dan masyarakat Minang. Begitu juga DI/TII di Aceh, mereka hanya menagih janji Soekarno untuk daerah tersendiri didalam satu provinsi dan bukan tergabung di Provinsi Sumatera Timur (Medan hingga Sibolga).

Setelah kemerdekaan, ada sembilan kali pergantian kekuasaan, biasa saja dalam demokrasi. “Yang tidak boleh runtuh itu negara. Dalam negara demokrasi setiap minggu itu boleh runtuh. Ini sejarah yang harus diluruskan dari bangku sekolah,” paparnya.

Bahkan Hasril menuturkan, kakek politikus PDIP, Arteria Dahlan, bernama Bakaruddin merupakan pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera Barat. “Ini Arteria Dahlan, Kakeknya Bakarudin itu pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota Konstituate 1955,” kata wartawan senior tersebut.

Kembali ke kader PDIP, Hasril juga membeberkan, “Gamawan Fauzi didukung oleh PDIP dan menang,” ujarnya. Ia menyarankan Puan Maharani minta maaf karena mengatakan Sumatra Barat tidak Pancasilais. “Mohon kawan-kawan di PDIP membujuk mbak puan untuk minta maaf kepada orang Minang soal tidak Pancasilais tersebut. Minta maaf itu bukan memalukan, bukan juga karena kesalahan. Minta maaf malah sebuah kehormatan. Orang menunggu mbak Puan untuk minta maaf, gak bisa diwakilkan,” jelasnya. (ilc/tvone/bb.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed