oleh

Suryani, Sang Kandidat dari Mukakuning Menuju Calon Wakil Gubernur Kepri

BATAMBicara | Batam – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan digelar bulan Desember 2020 mendatang, baru beberapa pasangan calon kandidat yang sudah mendeklarasikan untuk menuju kursi Kepri 1 dan Kepri 2.

Sementara PKS sendiri belum mengeluarkan Surat Keputusan memajukan kader terbaiknya bertarung dalam perebutan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.

Namun nama yang digadang-gadangkan selama ini adalah Suryani, kader perempuan PKS yang duduk saat ini sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepri, muncul belakangan, akan berpasangan dengan Isdianto yang selama ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur (plt) Kepri.

Saat diwawancarai disebuah podcast Burhanuddinnur di bilangan Mega Legenda, Batam Center, Suryani menjelaskan, bahwa dirinya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) DPP PKS. “Secara fix resmi atau legalnya belum, hanya menunggu SK dari DPP PKS,” ungkapnya siang tadi. Selasa (21/7/2020).

Suryani mengaku dirinya sudah unggul saat pemilihan raya internal PKS. “Saya sudah mengungguli dari beberapa kandidat di pemilihan raya dan masuk tiga besar se-Kepri. Jadi kami dan termasuk saya itu bukan ditunjuk, melainkan unggul dari pemilihan raya se-Kepri tersebut,” jelas Suryani yang sudah empat periode menjabat Anggota DPRD Provinsi Kepri ini.

Menurutnya, PKS adalah partai dakwah dan itu sejalan dengan misi dakwah yang selama ini ia geluti. “Saya aktif di bidang dakwah waktu bergabung di perusahaan Astra Mukakuning, Batam,” singkat Suryani yang pernah bekerja selama tiga tahun di Mukakuning ini membeberkan.

Ia juga tidak menampik peran dukungan dari keluarga, para kader dan simpatisan yang banyak men-supportnya. Suryani saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Warga DPRD Provinsi Kepri dengan perolehan suara terbanyak se-Kepri 15.330 suara, nomor dua se-Kepri. “Saya memperoleh suara terbanyak nomor dua dari Dapil (Daerah Pemilihan) Sekupang, Belakang Padang dan Sagulung,” jelas wanita yang kelahiran Cilacap 47 tahun silam ini.

Menurutnya dalam bincang santai siang tadi, ia termasuk wanita yang garang. “Saya akan garang bahkan bisa marah besar terhadap ketidakadilan yang terjadi, apalagi agama saya di injak-injak dan kriminalisasi terhadap ulama,” ungkap Suryani yang tidak akan melepaskan peranannya sebagai istri maupun ibu dari empat anak ini.

Meski demikian, lanjutnya. “Walau kita menjadi seorang presiden sekalipun peranan istri, ibu bahkan anak jangan terlepas dari kodrat sebagai perempuan dalam berkhidmat kepada masyarakat apalagi ini juga semacam dakwah kepada masyarakat,” terangnya.

Saksikan podcast di Channel YouTube berikut:

https://youtu.be/TFx1R_bY0UA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed