BATAMBicara

Pantun di Paripurna: Pimpinan MPR Jangan Sampai Diperiksa KPK

Batambicara.id (4/10/2019) | Jakarta – Sidang Paripurna DPR-MPR RI selesai tadi malam (3/10) di gedung Senayan, Jakarta. Setelah 10 pimpinan MPR diambil sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan, forum paripurna dikembalikan ke pimpinan sementara Abdul Wahab Dalimunthe dan Brigitta Hillary Lasut.

Abdul Wahab mengatakan, setelah penandatanganan ini, maka 10 pimpinan MPR secara definitif resmi menjabat. Ia lalu menyampaikan beberapa pantun yang memukau dan mencuri perhatian rapat paripurna MPR. “Setelah pengucapan sumpah ini, maka telah ada pimpinan definitif dan kami ucapkan selamat.

Dalam kesempatan ini, ‘kalau ada kaca yang pecah jangan disimpan di dalam laci, kalau ada yang sakit, jangan disimpan dalam hati’,” ucap Abdul Wahab, memicu tepuk tangan di ruang rapat, Komplek Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).

Bambang Soesatyo memberikan salam usai terpilih sebagai Ketua MPR terpilih periode 2019-2024 saat Sidang Paripurna MPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. (Dok:FK/kumparan)

Abdul Wahab kembali berpantun. Pantun yang kedua kali ini mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh anggota MPR yang hadir.

“Kalau Anda ke Jember, jangan lupa membeli semangka. Kalau Anda terpilih sebagai pimpinan MPR, jangan sampai diperiksa KPK,” ucap Abdul Wahab kembali disambut tepuk tangan yang meriah.

Kemudian, Abdul Wahab mempersilakan kepada 10 pimpinan MPR definitif untuk duduk di kursi pimpinan MPR. Selanjutnya Bambang Soesatyo memberikan pidato politiknya usai terpilih sebagai Ketua MPR. ** (Kumparan)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed