oleh

‘Lahirnya’ Putra Tiban Kampung di DPRD Kota Batam

Batambicara.id (14/5/2019) | Batam – Pemukiman Tiban Kampung Kelurahan Tiban Lama, dahulunya hanya sebuah kawasan rumah liar (Ruli). Tahun 2002 Ketua Otorita Batam Ismeth Abdullah (kala itu), bersama Kemenperindag meresmikan kawasan Tiban Kampung menjadi percontohan pemukiman Tiban Lama, dengan mengeluarkan surat resmi UWTO (Uang Wajib Tahunan Otorita) Batam.

Mulai saat itu pembangunan di Tiban Kampung mulai pesat, baik pembangunan rumah pribadi, fasum (fasilitas umum), rumah ibadah dan sarana-prasarana lainnya.

Saat itu juga para tokoh, akademisi, politisi, profesional dan aktivis bermunculan ingin membawa perubahan kawasan pemukiman Tiban tersebut jauh lebih signifikan kearah yang lebih baik dalam kontes pemilihan umum (pemilu).

Dari tahun politik ke tahun politik berikutnya masyarakat Tiban Kampung selalu ingin mengantarkan perwakilan mereka untuk dapat ‘duduk’ dikursi dewan kota yang terhormat.

Seorang tokoh masyarakat, Dasmin menuturkan kepada batambicara.id, “caleg kita setiap pemilu selalu saja gagal untuk bisa meraih kursi dewan kota Batam, karena kurang kekompakan dan persatuan kita selama ini.”

“Tapi saya yakin buat pemilu 2019 ini, saya akan memberikan dukungan serta ikut berjuang untuk saudara kita Drs, Zainal Arifin, MA. Agar beliau bisa mewakili kita dan daerah kita bisa dipandang lebih lagi oleh pemerintah”, ungkap Pak Dasmin.

Zainal Arifin (gamis hitam tengah) bersama Andre Simanjuntak (caleg DPR RI) dan para santri Mushalla Al Hijrah Tiban Lama, (dok/zainal/fb)

Keyakinan Pak Dasmin beserta doa serta dukungan masyarakat Tiban Kampung, akhirnya bisa ‘mendudukkan’ seorang yang benar-benar membawa aspirasi masyarakat dan umat Tiban Kampung tentunya, ke kursi DPRD Kota Batam, pada hasil pemilu 17 April yang lalu.

Drs, Zainal Arifin, MA. Caleg DPRD Kota Batam dari PKS (Pertai Keadilan Sejahtera) meraih 6.653 suara. Tentunya ribuan suara tersebut diperoleh dari dapil (daerah pemilihan) Sekupang dan Belakangpadang.

Saat batambicara.id, menghubungi melalui handphone, Zainal Arifin, yang kesehariannya sebagai aktivis dakwah ini mengatakan “saat ini informasi yang saya terima disegala penjuru, baik dari teman dan orang lain, hasilnya begitu (menang pileg, red) dan finalnya nanti setelah KPUD Batam ketok palu dan melantik, barulah itu resmi gelar yang disandang sebagai wakil rakyat.”

Saat batambicara.id, menanyakan perolehan suara yang signifikan, Ustadz Zainal (masyarakat biasa menyebutnya, red) ini hanya menjawab, “oh..,katanya begitu. Perjuangan kawan-kawan, majelis-majelis ilmu dan seluruh jamaah masjid dan mushalla serta masyarakat tentunya sangat berkesan dan mereka benar-benar serius untuk memberikan kepercayaan dan amanahnya kepada saya, agar bisa mewakilkan aspirasi mereka yang selama ini mungkin belum tersampaikan.”

Terpilihnya wakil rakyat untuk DPRD Kota Batam ini sangat membawa suatu perubahan yang signifikan, hal ini di ungkapkan oleh mantan ketua Karang Taruna (2007-2010) juga Ketua LPM (2010-2013) Kelurahan Tiban Lama, R. Sauthi.

Bersama istri saat sosialisasi kepada masyarakat, (dok/zainal/fb).

“Saya sudah lama bersama beliau (ustadz Zainal), kita sama-sama bergerak di organisasi PMMS-TL (Persatuan Masjid dan Mushalla se-Tiban Lama) tahun 2008-2013. Beliau Ketua dan saya sekretaris. Saya melihat kegigihan dan kesabaran seorang Zainal Arifin dalam organisasi dan bermasyarakat, serta peranan dakwah beliau yang terkenal santun namun tetap tegas dalam penyampaian.”

Masih kata R.Sauthi “saya bisa merasakan atmosfir dan semangat masyarakat Tiban Kampung, untuk mengutus wakil mereka ke dewan, karena setiap pemilu selalu gagal untuk bisa bersaing dengan mereka-mereka yang memiliki kelebihan finansial.”

“Beliau gigih dan bersabar, ini periode ke-2 beliau nyaleg, Alhamdulillah rezeki beliau pemilu tahun 2019 ini terpilih, mungkin masih ada beberapa saudara kita yang belum beruntung saat ini”. Tutup mantan Sekretaris Umum PMMS-TL 2 periode ini yang sudah berdomisili diluar Tiban Kampung.

Lain halnya pendapat dari tokoh pemuda Rizaldy, mengatakan “masyarakat Tiban Kampung seharusnya bersyukur karena ribuan suara yang di menangkan salah seorang politisi yang ikut kontes nyaleg pemilu 2019 ini lebih banyak suara diluar Tiban Kampung itu sendiri.”

“Ada beberapa tokoh dan masyarakat yang sudah memperhitungkan kemenangan dan suara yang signifikan buat salah seorang politisi, namun nyatanya, caleg yang tidak diperhitungkan, caleg yang anggapan masyarakat hanya sekedar ikut-ikutan kontes pemilu, itu yang terpilih,” ungkap Rizaldy.

“Karena pola pikir masyarakat sekarang ini sudah jauh berbeda, ada yang memilih karena bayaran, ada yang dengan sukarela, ada juga yang benar-benar memilih ingin mengubah nasib, baik itu nasib bangsa maupun daerah. Seharusnya masyarakat, marilah sama-sama kita tunjuk dan pilih caleg yang benar-benar mewakili kita masyarakat. Jangan lagi kita mengunggulkan caleg diluar domisili Tiban Kampung. Kita-kita diwilayah sini saja kelebihan caleg.” Tutup Rizal. **

Baca Juga : Tercyduk! Timses Caleg Nasdem Bagi-bagi Uang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed