BATAMBicara

PDRM Tangkap Pelaku Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Batambicara.id (14/4/2019) | Kuala Lumpur – Surat suara yang dicoblos oleh oknum, yang terjadi beberapa hari silam di Selangor, Malaysia, kini pelaku sudah tertangkap.

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) berhasil menangkap dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi tersangka kasus tercoblosnya surat suara di Mewah Resident 9, Nomor 7-9, Bukit Mewah, Selangor, Malaysia.

Baca :

Bukti kertas surat suara yang dicoblos di Selangor, Malaysia.

Dikutip dari Suara.com, bahwa pemilik rumah yang menjadi tempat kejadian perkara merupakan Warga Negara Malaysia atas nama Mohd. Shazwan Bin Hassan alias Bang Wan.

Diketahui juga jika dua tersangka tersebut adalah Wahyu Prabowo yang bekerja di Syarikat Paket Utama Nusantara Enterprise. Sedangkan tersangka lainnya adalah Ellyzar yang merupakan pekerja Bidan sambilan.

Perlu diketahui juga jika Ellyzar merupakan mertua dari Mohd Shazwan Bin Hassan alias Bang Wan yang memiliki rumah di tempat kejadian perkara tersebut.

Nama lain yang sedang dalam penyelidikan Polisi Malaysia yakni Adon Ramdhan. Adon Ramadhan adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengelola tempat kejadian perkara (TKP) syarikat Paket Utama Nusantara Enterprise. Parahnya lagi, Adon Ramdhan masih berhubungan family dengan Mohd Shazwan Bin Hassan alias Bang Wan, yakni sebagai ipar.

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Kajang, bersama Relawan Prabowo – Sandi (PADI) Malaysia berjaga di lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 yang diduga sudah dicoblos di sebuah rumah toko Jalan Seksyen 2/11 Kajang Selangor, Kamis (11/4).(dok/AtaraFoto/suara.com)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan kepada wartawan di Jakarta International Ekspo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019), sebagaimana yang dirilis detiknews, bahwa baru besok Senin (15/4), akan dibuat suatu kesimpulan sementara hasil pemeriksaan para pihak, kemudian analisa barang bukti yang ditemukan di lapangan”.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, (foto/detiknews).

Selama melakukan investigasi, PDRM dibantu Polri dan Bawaslu sebagai saksi. Beberapa pihak yang sudah dimintai keterangan di antaranya Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) dan Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN). PDRM juga akan memanggil beberapa pihak lainnya yang dinilai tekait kasus tersebut.

“Ya (sudah dimintai keterangan), para pihak yang ada di video, kemudian KPU luar negeri kemudian dari pihak Panwaslu Luar negeri semua tentu sudah dimintai keterangan oleh kepolisian sana,” ucap Dedi.

Dedi menyebut PDRM akan menyampaikan keterangan resmi terkait hasil investigasi. Kemudian, Bawaslu RI akan menyampaikan apakah ada dugaan pidana pemilu atau tidak di kasus tersebut.

“Nanti secara resmi akan ada pernyataan dari PDRM apakah itu melanggar peraturan perundang-undangan yang ada di Malaysia, kemudian dari Bawaslu juga akan mengasesmen apakah itu ada pelanggaran pemilu atau tindak pidana pemilu,” kata Dedi.

Sebelumnya, PDRM melakukan investigasi terkait penemuan surat suara Pemilu 2019 tercoblos di Kuala Lumpur yang dibantu oleh Polri. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Polis Negara Polisi Diraja Malaysia, Mohamad Fuzi Bin Harun yang diunggah di akun Facebook resminya, Minggu (14/4). Fuzi mengatakan polisi masih melakukan investigasi untuk menentukan tindakan yang boleh diambil.

“PDRM sedang menjalankan siasatan bagi menentukan bentuk tindakan yang boleh diambil untuk membantu pihak berkuasa Republik Indonesia,” kata Moh Fuzi Harun. **

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed