Pilihan Editor

Kode Informasi A1, Berikut Pengertian dan Asal Usulnya

BATAMBicara | Baru-baru ini kembali muncul pembahasan tentang informasi A1 yang ramai diperbincangkan oleh warganet, baik di WhatsApp Group (WaG), Twitter dan media sosial lainnya.

Bahkan pernah menduduki trending topic di Twitter “Info A1” telah ditweet sebanyak 3.657 kali (2020). Secara umum, informasi A1 dimaknai sebagai informasi yang valid dan bisa dipercaya kebenarannya. Penggunaan istilah ini lazim di masyarakat, ketika seseorang sedang mengabarkan sesuatu yang dia yakini benar terjadi.

Baca juga:

Asal mula penggunaan istilah ini bisa ditemukan di jurnal ilmiah berjudul The Admiralty Code: A Cognitive Tool for Self-Directed Learning tulisan James M. Hanson dari University of New South Wales, Sydney, Australia.

Jurnal ini telah dipublikasikan di International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, pada November 2015 lalu, dan menjelaskan asal mula istilah “info A1”.

Istilah tersebut berasal dari Admiralty Code atau Kode Angkatan Laut yang awalnya digunakan oleh Angkatan Laut Inggris untuk menilai keabsahan bukti-bukti intelijen. Namun, kode itu saat ini digunakan secara luas, meliputi kepolisian, badan intelijen, dan organisasi pertahanan, termasuk militer Amerika Serikat.

Dengan adanya kode itu, setiap informasi yang diterima harus dinilai terlebih dulu kebenarannya. Penilaian itu didasarkan pada bukti-bukti pendukung, juga rekam jejak pemberi informasi.

1. Keandalan sumber informasi yang akurat (dinilai dari A sampai F)

  • Sumber bisa berasal dari seseorang (misal, Kapten), sebuah publikasi (misal, Nature, Wikipedia), metode pengumpulan informasi (misal, interogasi tawanan perang, tes DNA), atau sumber informasi lainnya.
  • Reputasi sumber biasanya didasarkan pada rekam jejak di masa lalu, dan menjadi salah satu aspek penting untuk penilaian keandalan sumber.
  • Aspek penting lainnya adalah motivasi. Mengapa sumber informasi menyediakan informasi ini?
  • Faktor utama lain untuk menilai saksi manusia adalah kompetensi mereka (kedekatan dengan peristiwa yang dilaporkan, potensi bias yang tidak disengaja, dan keahlian dalam hal menafsirkan apa yang mereka klaim telah dilihat atau didengar).

2. Kemungkinan validitas klaim (dinilai dari 1 sampai 6)

  • Bagaimana klaimnya dibandingkan dengan bukti lain yang terbukti valid?
  • Apakah sesuai dengan teori/penjelasan yang ada? misalnya, dengan hukum fisika.
  • Apakah sesuai dengan standar angkatan? misalnya, angkatan laut Australia berpedoman pada prosedur 1941.

_____________________

Kompas 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button