BATAMBicara

Perlawanan Tokoh Sumbar Terhadap SKB 3 Menteri Meluas

BATAMBicara | Sumatera Barat – SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 menteri yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari lalu, merupakan respon cepat atas insiden dugaan intoleransi yang menimpa salah satu siswi di SMKN 2 Padang, Sumbar (Sumatera Barat) .

Hal tersebut menuai banyak kritikan dari Tokoh Masyarakat Sumbar, baik melalui Media Sosial maupun langsung ke DPRD.

Penolakan Walikota Pariaman, Genius Umar terhadap SKB 3 Menteri tentang seragam sekolah, kini disambut dengan sikap tokoh Ranah Minang. Para tokoh Sumbar melancarkan perlawanan terhadap SKB 3 Menteri itu.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sumbar, Buya Gusrizal juga gencar melakukan penolakan terhadap SKB 3 menteri tersebut. Tak henti-hentinya juga beliau memposting di akun Facebook pribadinya, terkait kebijakan SKB 3 menteri yang menurutnya tidak sesuai dan berlawanan dengan UUD 1945.

Para tokoh Sumatera Barat berpandangan, SKB soal seragam sekolah tersebut tidak sesuai dengan konstitusi, yakni UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 31 ayat 3 dan ayat 5.

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa rujukan utama pendidikan adalah mendukung peningkatan keimanan dan menjunjung tinggi nilai agama. Mereka akan meneruskan pembahasan ini ke Dinas Pendidikan Sumbar.

Dikutip detik.news, bentuk perlawanan para tokoh Sumbar adalah usulan agar SKB 3 Menteri tersebut direvisi. Mereka berkumpul membahas isu ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (18/2).

Para tokoh yang hadir dalam RDP tersebut antara lain anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu, Bundo Kanduang, Sekretaris NU Sumatera Barat Sulaiman Tanjung, mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Aisyiyah, Muhammadiyah, Tarbiyah, Dewan Pendidikan, dan sejumlah ormas lain.

“Kami baru saja RDP dengan berbagai tokoh dan ormas. Pada umumnya mereka sepakat untuk mengajukan revisi SKB 3 menteri ini”, kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irsyad Sjafar kepada wartawan, Kamis, 18/2/2021. (**)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed