oleh

Penerimaan Murid Baru di Kepri Mulai 29 Juni, Kemenko PMK: Tidak Merekomendasikan Skenario Masuk Sekolah

Batambicara.id (2/6/2020) | Kepulauan Riau – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau telah menetapkan jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 tingkat SMA/SMK/sederajat di tengah masa pandemi Covid-19 ini. PPDB mulai dilaksanakan pada 29 Juni sampai 1 Juli 2020.

Kepala Disdik Kepri, Muhammad Dali mengatakan pada masa pandemi ini, metode PPDB tetap akan berbasis daring/online. Selain itu juga sesuai dengan era ‘new normal’ dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat bagi pelajar dan guru.

“Kita rencanakan PPDB tingkat SMA/SMK/sederajat pada 29 Juni dengan menggunakan sistem online dan sisten zonasi,” ungkapnya mengutip kepripedia saat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (28/5) kemarin.

Muhammad Dali, Kepala Disdik Kepri (istimewa)

Dijelaskannya, untuk tahap verifikasi berkas siswa kemungkinan akan juga dilakukan secara online. Kalaupun tidak menggunakan sistem itu (online) , pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan dari social distancing, wajib masker dan menyiapkan fasilitas cuci tangan.

“Tapi ini masih dalam perencanaan, kita akan merapatkan kepada Plt Gubernur Kepri dan Sekda Provinsi Kepri sekaligus Gugus Tugas, serta menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pendidikan,” jelasnya.

Pemerintah tak mau tergesa-gesa

Dalam hal ini Pemerintah Pusat menegaskan belum bisa memastikan kapan sektor pendidikan akan beroperasi secara optimal di tengah pandemi Covid-19. Artinya, fasilitas pendidikan akan tetap tutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut juga ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sebuah diskusi, dikutip melalui laman resmi Kemenko PMK, Senin (1/6/2020).”Dibandingkan sektor-sektor lain, kemungkinan sekolah adalah sektor yang paling terakhir,” kata Muhadjir.

Muhadjir tak memungkiri bahwa berdasarkan skenario yang telah dirancang sebelumnya bahwa kemungkinan berbagai fasilitas pendidikan akan kembali beroperasi seperti sekolah maupun perguruan tinggi akan dibuka pada akhir tahun atau bahkan awal tahun baru.

“Itu hanya ancar-ancar saja. Kalau menurut kalender itu pertengahan Juli. Tapi Kemenko PMK tidak merekomendasikan skenario masuk sekolah pada waktu tersebut,” katanya.

Muhadjir menegaskan bahwa alasan pemerintah tak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan kapan sekolah akan dibuka. Pemerintah masih mengkalkulasi dampak yang bisa ditimbulkan di tengah new normal nantinya.

“Risikonya tidak bisa dihitung dengan mudah akibat dari pengurangan pembatasan atau pembukaan sekolah,” jelasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed