oleh

Uniba Mengadakan Seminar Internasional: Transportation and Green Technology And Energy Efficiency System

batambicara.id (21/04/2019) | Batam – Uniba (Universitas Batam) mengadakan Seminar Internasional yang bertajuk Transportation and Green Technology And Energy Efficiency System (Transportasi dan Teknologi Hijau dan Sistem Efisiensi Energi), di kampus Uniba, Sabtu (20/4/2019).

Panitia acara Seminar tentang “transportasi hijau” ini adalah Mahasiswa S1 Fakultas Teknik dengan pengarahan dan dimotori oleh Ir. Abdul Hamid, M.Si menghadirkan beberapa pembicara dan pemateri dari negeri jiran Malaysia:

  • Prof. Madya Dr, Abdul Mutalib Bin Leman (ketua Occupation Safety & Healt Work Environment/OSH-WE, Focus Group);
  • Dr-Ing. Joewono Prasetijo, (ketua Sustainable Transport and Safety Studies/Jabatan Teknologi Kejuruteraan Pengangkutan);
  • Dr, Khairunnisa Binti A.Rahman, (Politeknik Tun Syed Nasir Syed Ismail)
  • Ir. Abdul Hamid, M.Si., (Dosen Universitas Batam).

Acara Seminar Internasional ini dibuka oleh Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M., selaku pimpinan Uniba.

Dalam sambutan Chablullah menyampaikan, pentingnya peranan transportasi yang alami dan hijaum artinya tidak menimbulkan polusi dan pencemaran lingkungan, sehingga alam, khususnya kota Batam, kembali seperti dimana dulu beliau pertama kali menginjakkan kakinya di Batam tahun 1076, sangat hijau dan ramah lingkungan.

Namun semakin majunya era sekarang ini, menurut dosen senior di Uniba ini, seharusnya pakar-pakar teknologi sudah bisa menciptakan jenis transportasi hijau yang ramah lingkungan.

Menurut Abdul Mutalib Bin Leman, pada saat batambicara.id, mewawancarai setelah usai acara seminar, “seminar atau diskusi kali ini selain bisa menambah wawasan tentang transportasi yang bersahabat dengan lingkungan sekitar kita, juga kita harus bisa menjaga aspek dari proyek yang telah digalang oleh mahasiswa S2 Uniba ini. Semoga kerjasama kejuruan antara Uniba dan UHTM (Universitas Teknologi Malaysia) ini, berjalan dengan baik dan lancar, sehingga bisa menjalin komunikasi yang baik tentang masalah transportasi teknologi dewasa ini”.

Prof. Madya Dr, Abdul Mutalib Bin Leman, saat diwawancara.

Dikesempatan yang sama, beberapa petikan kuliah yang disampaikan oleh salah seorang pemateri, Dr-Ing. Joewono Prasetijo, saat seminar itu, memberikan contoh tentang jalan tol yang dibangun oleh pemerintah German, dosen yang pernah mengenyam pendidikan di negeri “Panzer” Jerman dibidang jalan raya dan traffic itu mengatakan “Jalan yang khusus diperuntukkan kendaraan yang laju cepat, bisa mencapai 250-300 km/jam, kalau kita menggunakan kecepatan rata-rata 60-80km/jam, itu malah kena tilang. Artinya pemerintah setempat sudah menyediakan khusus jalan yang memang betul-betul sudah siap dengan majunya teknologi zaman sekarang”. Pakar dalam bidang transportasi ini menyampaikan agar masalah keselamatan jalan dan kemacetan (traffic) di Batam harus direncanakan lebih dini agar kedepannya masalah kemacetan dan keselamatan transportasi dapat dihindari agar tidak seperti di Jakarta mengingat begitu pesatnya kemajuan kota Batam. “Kami siap membantu Pemko dan Dishub dalam kajian dan kerjasama mutualisme”, lanjutnya.

Penanggujawab acara Abdul Hamid, juga mengatakan dari podium, beliau mengajak para mahasiswa dan mahasiswi, agar jangan berpuas hati tentang raihan dan temuan-temuan ilmu mengenai “transportasi hijau” saat ini dan nanti, teruslah melanjutkan kuliah dan belajar, temukan metode-metode yang mudah dan tentunya bisa berdampak yang positif bagi kehidupan kita saat ini.

Acara yang diadakan di gedung Fakultas Pasca Sarjana ini, juga dihadiri dari beberapa universitas yang ada di Batam, akademisi, praktisi dan media.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed