oleh

Burhanuddin Nur, Persoalan Guru Perlu Dikomunikasikan Bersama

Batambicara.id (19/3/2019) | Kepri – Anggota komisi IV DPRD Kepri Burhanuddin Nur menilai persoalan guru di Kepri perlu di komunikasikan atau duduk bersama, oleh karena itu DPRD dalam waktu dekat akan meminta kepala daerah, dinas terkait, guru serta orang tua murid guna mencari persoalan yang selama ini terjadi.

Seperti diketahui baru-baru ini ratusan guru mendatangi kantor Gubernur Kepri dalam rangka menuntut atas pembayaran gaji 13 dan gaji 14, serta tunjangan dan dana sertifikasi yang tak kunjung di bayarkan. Belakangan imbas dari protes tersebut dinas pendidikan di isukan memberikan sanksi bagi belasan guru.

Menanggapi isu yang berkembang ini, Burhanuddin Nur selaku anggota Komisi IV DPRD Kepri membidangi pendidikan dan kesejahteraan memastikan bahwa sanksi atau hukuman terhadap guru itu tidak benar.

Politisi dari Partai Demokrat inipun mengapresiasi dinas pendidikan yang tidak memberikan sanksi, meskipun begitu dirinya akan menindaklanjuti persoalan dunia pendidikan di Kepri salah satunya minimnya gaji yang d terima oleh para guru.

Burhannuddin Nur mengatakan, “akan mencari persoalan tentang guru-guru yang terlambat masalah pembayaran gaji mereka. Disini perlu ada komunikasi atau duduk bersama Stakeholder (suatu masyarakat, kelompok, komunitas ataupun individu manusia yang memiliki hubungan dan kepentingan terhadap suatu organisasi atau perusahaan), untuk mencari persoalan yang ada saat ini, seperti Gubernur, DPRD Kepri, PGRI, para guru dan orang tua murid, untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Karena saat ini terungkap masalah keterlambatan gaji para guru dan keterlambatan tunjangan daerah mereka. Seperti gaji guru, apakah cukup dengan kebutuhan keseharian mereka !.

“Ada beberapa informasi yang kita dapat, seperti gaji guru, upah yang mereka dapat ada di bawah UMR (Upah Minimum Regional) misalnya UMR di Batam 3,8 Juta perbulan. Namun saat ini ada guru yang bergaji di dibawah itu, bahkan ada yang menerima hanya 2 Juta saja. Tambah Bang Burhan (sapaan beliau).

Burhanuddin berharap, kedepan para guru di Kepri baik yang ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun non ASN tidak perlu risau lagi memikirkan kondisi asap dapurnya, jika alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% benar jalankan, maka para pendidik ini bisa nyaman memberikan ilmu kepada anak didiknya di kelas. (Tvtpi)

Simak videonya :

Anggota Komis IV DPRD Kepri Burhanuddin Nur menjelaskan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed