Pandangan Islam

Iblis Mengklaim Sifat yang Mengungguli Manusia

BATAMBicara.id | Apabila kesombongan sudah merasuk jiwa anak manusia, ia akan terkungkung dalam kebodohan dan berusaha sekuat mungkin menyembunyikan kebenaran. Ini adalah sifat yang dikenakan makhluk yang bernama Iblis, dan ini juga bisa menjadi penyebab terhalangnya seseorang mengenal Islam dan terhalangnya hidayah.

Iblis sekuat tanaga akan terus menggoda manusia mulai dari manusia diciptakan (Adam AS) hingga hari kiamat. Jika seorang manusia masih memiliki rasa dan sifat benci, patut disesalkan, adanya kebodohan terhadap hakikat Islam yang tengah melanda kaum Muslimin akhir-akhir ini. Bahkan di antara mereka ada yang berkata:

“Apabila aku bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, dan kembali ke jalan Allah Azza wa Jalla kemudian beramal shaleh maka rezeki akan menjadi sempit bagiku dan akan mempersulit pekerjaanku. Jika aku kembali dalam kemaksiatan dan mengikuti kemauan hawa nafsuku justru rezeki akan mengalir kepadaku dan banyak orang yang membantuku.”

Di awal penciptaan manusia, Allah Azza wa Jalla berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Terkait rezeki, Allah Azza wa Jalla sudah mentakdirkan rezeki seseorang mulai dari lahir hingga terputus rezekinya yakni jelang ajal (kematian). Konsep rezeki menurut Islam sangatlah luas. Rezeki adalah segala karunia Allah SWT yang dipakai untuk memelihara kehidupan.

Karena itu, ia hadir dalam berbagai bentuk. Bukan hanya sesuatu yang kuantitatif atau terukur, semisal uang. Pemberian dari-Nya dirasakan pula dalam nikmat sehat dan ketenteraman hati. Wujudnya pun bisa berupa lingkungan yang kondusif untuk diri menjalankan ibadah sehari-hari.

Tentang rezeki ini pun Iblis selalu berperan untuk mengakui jika hasil sebuah pendapatan jika tidak didasari keimanan, maka manusia akan mengklaim berkat kerja keras, karena dirinya bersusah payah, kalau tidak berbuat demikian maka rezeki tidak didapatkan. Itulah salah satu trik atau kiat Iblis menggauli pikiran manusia dan mengakui karena dirinya, bukan karena Allah Azza wa Jalla. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button