Pandangan Islam

Berkah Membaca Shalawat Dapat Mengubah Takdir yang Tertulis di Kitab Lauhim Mahfudh

BATAMBicara.id | Nabi Khaidir ‘Alaihis Salam berkata: Aku pernah bertanya kepada Auliya (para wali) mengenai amalan yang dapat menghapus nama seseorang dari catatan celaka menjadi orang bahagia. Maka tidak ada di antara para Auliya yang memberikan jawaban.
Hingga aku mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan menggulirkan pertanyaan tersebut kemudian Beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab: “Amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari deretan nama orang sial menjadi orang bahagia adalah dengan memperbanyak shalawat kepadaku”.

Membaca dan memperbanyak bacaan Shalawat ini, para Solihin berkata, “sesungguhnya diantara sebab terbesar yang dapat menolak taqdir dan melenyapkan kerumitan hidup adalah banyak membaca selawat untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, karena sesungguhnya jika banyak membaca shalawat untuk Beliau itu merupakan wasilah untuk memperoleh keamanan dari segala ketakutan dan mendapat penghargaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan ketinggian derajat di syurga”.

Dikutip ulang dari kitab Ittihaful Amajid Bi Nafaisil Fawaid karya Abu Mun’yah As-Sakunjiy At-Tijani jilid 2 halaman 258.

ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﺳﻜﻦ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻓﺰﺍﻝ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﻭﺻﺎﺭﺕ ﻣﺤﺮﻭﺳﺔ ﺑﺎﻟﻤﻼﺋﻜﺔ، ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺫﺍ ﺳﻜﻦ ﻗﻠﺒﻚ

Nabi ﷺ menghuni kota Madinah, lalu hilanglah segala penyakit dari sana, dan kota itu pun dijaga oleh malaikat. Maka bagaimana jika Beliau (Nur Rasulullah) menghuni hatimu?

Ketika seorang hamba bersholawat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, maka bersambung ruhnya dengan ruh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dan akan terus bersambung yang tidak terputus kecuali jika ia berhenti bershalawat.

As-Syarif Abdul Hamid Bin Sidi Muhammad (At-Tidjani) juga berkata, “basahi lisan mu dengan shalawat agar selalu mendapatkan limpahan Rahmat dan Syafa’at”.

Seebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala shalawatnya untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata kepada orang tersebut: “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni” (H.R Imam Ahmad At-Tabroni).

Allah berfirman dalam surat Al-ahzab 56 yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepada-nya”.

۞ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞
۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞
۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞
۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞
۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ ۩

Selawat dari Allah adalah Rahmat, Selawat dari Malaikat adalah permohonan ampun. Selawat dari orang mukmin adalah doa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: ‘Setiap doa akan terhijab di bawah langit, ketika shalawat datang menghantarnya, maka doa itu akan naik (**)

Dikutip dari berbagai sumber
Ed:red

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button