Pandangan Islam

Bolehkah Mengamalkan Hadist Dhaif? Berikut Pendapat 4 Mazhab dan Imam Bukhari

BATAMBicara | Hadits lemah atau Hadits Dha’if adalah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hasan. Hadits dhaif tidak sama dengan hadits maudhu’, atau palsu. Hadits dhaif memang dinisbahkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam, tetapi perawi haditsnya tidak kuat hafalan ataupun kredibilitasnya, atau ada silsilah sanad yang terputus.

Bagaimana pandangan ulama empat Mazhab Ahlissunah wal Jamaah tentang hadits dhaif? Berikut ini penjelasannya :

  • Mazhab Hanafi
    وَإِنْ كَانَتْ ضَعِيفَةً لِلْعَمَلِ بِالْحَدِيثِ الضَّعِيفِ فِي فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ
    Meskipun hadits dhaif, maka hadits dhaif boleh diamalkan dalam keutamaan Amal (Durar Al-Hukkam 1/36)
  • Mazhab Maliki
    فَقَدْ اتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى جَوَازِ الْعَمَلِ بِالْحَدِيثِ الضَّعِيفِ فِي فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ وَاغْتِنَامًا لِلثَّوَابِ الْوَارِدِ
    Para ulama sepakat boleh mengamalkan hadits dhaif dalam keutamaan amal dan meraih pahala / motivasi (Mawahib Al-Jalil, 1/56)
  • Mazhab Syafi’i
    وقد قدمنا اتفاق العلماء علي العمل بالحديث الضعيف في فضائل الاعمال دون الحلال والحرام وهذا من نحو فضائل الاعمال
    Telah kami jelaskan kesepakatan ulama untuk mengamalkan hadits dhaif dalam hal keutamaan amal, bukan hukum halal dan haram (Al-Majmu’ 3/248)
  • Mazhab Hanbali (Ahmad bin Hanbal)
    ( فَلَا بَأْسَ ، لِجَوَازِ الْعَمَلِ بِالْحَدِيثِ الضَّعِيفِ فِي فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ ) . قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : الْعَمَلُ بِالْخَبَرِ الضَّعِيفِ ، بِمَعْنَى : أَنَّ النَّفْسَ تَرْجُو ذَلِكَ الثَّوَابَ ، أَوْ تَخَافُ ذَلِكَ الْعِقَابَ . وَمِثْلُهُ : التَّرْغِيبُ وَالتَّرْهِيبُ وَالْمَنَامَاتِ
    Boleh mengamalkan hadits dhaif dalam keutamaan amal. Syekh Taqiyuddin berkata: “Artinya bahwa seseorang menginginkan pahala dan takut dengan dosa. Demikian pula hal motivasi ibadah dan dorongan menjauhi dosa.” (Mathalib Uli An-Nuha, 3/234)
  • Imam al-Bukhari
    Ada sebagian yang alergi terhadap hadits dhaif dengan berdalil pada Imam al-Bukhari yang mengarang kitab Sahih al-Bukhari. Faktanya tidak begitu, buktinya adalah sebagai berikut:
    روى له البخاري ثلاث احاديث ثالثها في الرقاق …. وكأن البخاري لم يشدد فيه لكونه من احاديث الترغيب والترهيب Al-Bukhari meriwayatkan dari Thafawi sebanyak 3 hadits, salahsatunya tentang akhlak… Sepertinya Bukhari tidak terlalu ketat tentang Thafawi karena ini soal hadits motivasi ibadah dan dorongan menjauhi dosa (Hady As-Sari, 2/162).
  • ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ: اﺣﻔﻆ ﻣﺌﺔ ﺃﻟﻒ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﻭﻣﺎﺋﺘﻲ ﺃﻟﻒ ﺣﺪﻳﺚ ﻏﻴﺮ ﺻﺤﻴﺢ
    al-Bukhari berkata: “Saya hafal 100 ribu hadits sahih dan 200 ribu hadits dhaif” (Faidl Al-Qadir 1/17)
    Selain kitab Shahih al-Bukhari, Imam al-Bukhari juga memiliki beberapa kitab lain seperti At-Tarikh baik Kabir atau Shaghir, juga kitab Adab Al-Mufrad. Dalam kitab-kitab tersebut Imam al-Bukhari tetap mencantumkan hadits-hadits dhaif.

____________________

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button