oleh

Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Berikut Berbagai Ucapan Ketauladanan dan Tradisi

BATAMBicara | Maulid Nabi Muhammad ﷺ kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja, adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad ﷺ, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Hari ini tepatnya pada penanggalan masehi 29 Oktober 2020 Ummat Islam memperingatinya, dan tentunya Maulid Nabi Muhammad ﷺ, ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam di Tanah Air.

Namun, mengingat kondisi saat ini yang masih dilanda pandemi Covid-19, peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut jangan membuat kita lalai untuk memberikan ucapan kepada teman sebangsa dan setanah air maupun teman-teman muslim di luar negeri, atau setidaknya memberikan kata-kata dalam unggahan di media sosial.

Berikut kami rangkum beberapa kata-kata maupun ucapan dalam memeriahkan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, yang di kutip dari berbagai sumber:

  1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ 12 Rabiul Awal 1442 H. Mari kita jadikan ketauladan Beliau dalam kehidupan sehari-hari;
  2. Jadikan Akhlaq Rasulullah ﷺ, sebagai pedoman kita dalam menyikapi berbagai hal kehidupan;
  3. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 12 Rabiul Awal 1442 H. Semoga umat Islam tetap bersatu dan damai;
  4. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, semoga kita selalu berikhtiar meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan ini, amin ya rabbal alamin;
  5. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ bagi sahabat-sahabat muslim yang merayakan. Semoga kita selalu hidup damai dan rukun. Amin.

Di tanah air, merayakan Maulid ini di isi berbagai macam tradisi. Keanekaragaman budaya Indonesia sangat beragam, sehingga setiap wilayah berbeda-beda pula cara dalam menyambut dan memperingati hari lahir Nabi Muhammad ﷺ.

Melansir CNN Indonesia, Kamis (29/10) beberapa tradisi diwilayah Indonesia dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ:

Tradisi Mauripee di Aceh

Masyarakat Banda Aceh memilih merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ dengan memasak bersama. Kuah semacam kari dengan bahan baku daging sapi kerap menjadi menu utama dalam tradisi ini.

Tradisi Sebar Udikan Madiun

Warga Madiun meramaikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara menyebarkan uang koin yang diwariskan nenek moyang atau biasa disebut Sebar Udikan.

Tradisi ini diramaikan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Untuk menghindari bentrokan, arena penyebaran uang koin untuk anak-anak dan orang dewasa biasanya dipisah.

Tradisi Grebeg Maulid di Yogyakarta

Tak jauh berbeda dengan masyarakat Mojokerto, tradisi Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Yogyakarta juga mengutamakan kegiatan berkumpul dan mengambil sejumlah barang atau makanan yang disediakan.

Nama tradisinya pun mirip, yakni Grebeg Maulid. Dalam acara tersebut, masyarakat berkumpul dan berusaha mengambil makanan yang ditata atau disebut gunungan.

Tradisi Endhog-endhogan di BanyuwangiMasyarakat Banyuwangi memiliki cara unik untuk mewujudkan semangat gotong-royong dalam peringatan Maulid Nabi.Hal itu diwujudkan lewat tradisi Endhog-endhogan, yakni mengarak ratusan telur yang ditancapkan pada jodang pohon pisang dan ancak (wadah berisi nasi dan lauk pauk).

Setelah diarak, jodang dan ancak langsung dibawa ke masjid untuk dibacakan salawat dan doa. Acara diakhiri dengan pembagian telur, dan masyarakat makan bersama.Tradisi tersebut juga memiliki filosofi tentang kepedulian sesama dengan berbagi. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed