oleh

Akhir Zaman Bermunculan Penguasa Ruwaibidhah!

HADITS HADITS AKHIR ZAMAN YANG RELEVAN di INDONESIA HARI INI — BATAMBICARA.ID

1. Pengkhianat Dikatakan Jujur dan Orang Jujur Dikatakan Berkhianat.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيأتي سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب ويكذب فيها الصادق، ويؤتمن فيها الخائن ويخون فيها الأمين، وينطق فيها الرويبضة، قيل وما هي الرويبضة؟ قال: “الرجل التافة في أمر العامة.” [رواه ابن ماجه]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda: “Akan tiba tahun-tahun penuh tipu daya, pendusta dipercaya dan orang terpercaya dianggap pendusta, orang yang diberi amanah berkhianat, dan orang-orang terpercaya dituduh berkhianat, serta pada ketika itu tampillah orang-orang Ruwaibidhah.

Para sahabat bertanya, “Siapakah yang dimaksud dengan Ruwaibidhah itu?” Nabi Saw. bersabda: “Seorang lelaki yang kerdil dan sebenarnya hina, tapi mengurusi urusan orang banyak. [HR. Ibnu Majah]

• Hadits di atas menunjukkan bahwa salah satu pertanda akhir zaman adalah sulitnya membedakan antara kejujuran dan kecurangan para pemimpin di akhir zaman.

• Banyak para pemimpin yang dipilih rakyatnya bukan atas dasar kredibilitas dan profesionalisme, namun disebabkan pencitraan diri dan money politic.

• Banyaknya bermunculan, para pemimpin yang seakan-akan terpercaya dan amanah, dengan janji-janji pro rakyat, padahal sebenarnya mereka pengkhianat rakyatnya.

• Orang-orang jujur dituduh melakukan kebohongan (hoax), sebaliknya pembuat hoax dianggap pemberantas hoax.

• Munculnya pemimpin yang kerdil yang tidak profesional dan tidak mengerti cara memimpin negara dan rakyatnya.

2. Maraknya Korupsi dan Praktik Suap

عن معاذ بن جبل قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “خذا العطاء مادام عطاء، فإذا صار رشوة في الدين فلا تأخذوه. ولستم بتاركه يمنعكم الفقر والحاجة.” [رواه الطبراني في الكبير]

Dari Mua’dz bin Jabal aku mendengar Rasulullah bersabda: “Ambillah pemberian selama itu sebuah pemberian. Akan tetapi, jika dia menjadi sogok dan korupsi dalam pandangan hukum agama, maka janganlah kalian ambil.

Akan tetapi, kebanyakan kalian tidak mampu tidak mengambilnya, disebabkan kalian khawatir menjadi miskin dan sangat membutuhkannya.” [HR. Thabrani dalam Mu’jam Kabir].

• Hadits di atas menjelaskan bahwa maraknya terjadi praktik korupsi dan suap/sogok di tengah-tengah masyarakat sehingga telah benar-benar membudaya.

• Pemberian atau menerima sesuatu yang tidak ada motif atau kepentingan lain hukumnya diperbolehkan untuk memberi atau menerimanya.

• Akan tetapi, jika pemberian atau penerimaan itu ada motif yang akan merubah sesuatu hal atau pilihan tertentu, maka dihukumkan risywah/gratifikasi.

• Di akhir zaman, sangat sulitnya menerima atau menolak suap atau tidak melakukan korupsi, disebabkan sudah sangat maraknya dan dianggap sebagai sebuah budaya di masyarakat sudah dijelaskan dalam hadits ini.

3. Ibadah Jahil dan Ulama Fasiq

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “يكون في آخر الزمان عباد جهال وقراء فساق” [أخرجه ابن عدي في الكامل]

Dari Anas bin Malik meriwayatkan Nabi Saw. bersabda: “Akan terjadi di akhir zaman orang yang beribadah tapi jahil dan ulama-ulama fasiq.” [HR. Ibnu ‘Ady di dalam al-Kamil]

• Hadits di atas menyatakan bahwa di masa-masa akhir zaman akan muncul orang-orang yang seakan-akan mengerti tentang ibadah, tapi tak lebih dari sekedar riya dan pencitraan diri.

• Ibadahnya hanya terlihat di depan publik atau di depan kamera saja, berfoto ketika shalat, berfoto ketika berbuka puasa, berfoto waktu umrah/haji, berfoto di depan Ka’bah atau Hajar Aswad, berfoto waktu memberikan sumbangan, berfoto dengan ulama A atau di masjid ini atau masjid itu. Berfoto atau merekam diri sendiri saat membaca al-Qur’an atau menjadi imam dan sebagainya.

• Padahal semua ibadah orang-orang jahil itu tidak bernilai sama sekali dalam pandangan Allah, disebabkan rasa riya dan sum’ah yang tidak dilandasi niat ikhlas mengharap ridha Allah.

• Di akhir zaman akan bermunculan orang-orang yang berpenampilan seperti ulama, namun sesungguhnya mereka belum layak lagi disebut sebagai ulama disebabkan keilmuan mereka hanya pandai beretorika.

• Mereka memperdaya masyarakat dengan kata-kata indah mereka untuk mendukung penguasa, memuji para pejabat negara, akan tetapi di saat para penguasa berbuat kezhaliman, mereka bungkam diam seribu bahasa.

Semoga kita terhindar dari sifat-sifat yang disebutkan dalam hadits-hadits fenomena akhir zaman di atas. Wahdinaa wawafiqna ‘amalan shaalihaa warzuqnaa kamaalal muttaaba’ birahmatikaa yaa arhamar raahimin.

Oleh: Ust. Miftah el-Banjary


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed