oleh

Ada 60 Ribu Toyota Rush di Indonesia Bermasalah, Bagaimana Dengan Terios?

Batambicara.id (16/7/2019) | Informasi penting untuk para pemilik mobil SUV merek Toyota Rush. Ada 60 ribu mobil Toyota Rush di Indonesia bermasalah dan kena recall, Anda pemilik? Berikut solusinya.

PT Toyota Astra Motor (TAM) melakukan kampanye perbaikan massal alias recall pada Toyota Rush model tertentu.

Program itu dilakukan karena low Sport Utility Vehicle (LSUV) itu bermasalah pada bagian Curtain Shield Airbag.

“Demi safety dan memberikan Peace of Mind, kami akan menginformasikan para pemilik Rush untuk mengganti ECU airbag kendaraannya,” kata Yoshihiro Nakata, President Director PT TAM dalam siaran resmi, Senin (15/7/2019).

Nakata menjelaskan, program penarikan kembali Toyota Rush ini kepada kurang lebih 60 ribu pelanggan produksi antara akhir Desember 2017 hingga awal Februari 2019.

Informasi ini disebar melalui surat resmi maupun melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota.

“Proses penggantian ini sangat mudah dilakukan di bengkel resmi Toyota dan tanpa biaya sama sekali (gratis),” ucap Nakata.

Seluruh jaringan Toyota juga dilibatkan untuk memastikan pelanggan segera melakukan penggantian ECU airbag Toyota Rush.

Hal ini disebabkan karena adanya potensi di mana curtain airbag dapat mengembang secara tidak sengaja pada kondisi tertentu karena adanya program komputer yang tidak sesuai.

Toyota merekomendasikan para pemilik Toyota Rush, untuk mengecek kendaraannya melalui berbagai saluran komunikasi yang disiapkan khusus demi memberikan kemudahan bagi para pelanggan.

Para konsumen juga bisa menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dapat menghubungi Toyota Customer Care (24 jam) di nomor telpon 1-500-315.

Bagaimana dengan Daihatsu Terios?

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menginformasikan, Daihatsu Terios aman dari recall curtain shield airbag.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra. Menurut dia, low SUV yang diproduksi Daihatsu Terios itu tidak memiliki curtain airbag seperti Toyota Rush.

“Sehingga Terios tidak ada recall,” ucap wanita yang akrab disapa Amel itu, ketika dikonfirmasi Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Secara spesifikasi jumlah kantong udara Daihatsu Terios berbeda dengan Toyota Rush. Daihatsu Terios hanya memiliki dual SRS airbag di bagian pengemudi dan penumpang depan.

Sementara Toyota Rush dibekali dual SRS airbags, side and curtain airbag, untuk melindungi pengemudi dan penumpang. Total terdapat 6 airbag di kabin.

Side airbag berlokasi di bagian sisi kursi depan untuk melindungi penumpang bila mobil ditabrak atau menabrak bagian samping. Curtain airbag berada di bagian pilar A dan C.

Waktu Dibutuhkan:

Berapa lama waktu dibutuhkan untuk mengganti ECU airbag di Toyota Rush?

“Jadi yang kita ganti itu ECU airbag-nya, tidak lama hanya sekitar 30 menit sudah selesai,” ujar Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto. Senin kemarin.

Dia itu pun mengimbau kepada konsumen untuk segera datang ke bengkel, karena komponen yang bermasalah itu sudah tersedia di seluruh bengkel resmi Toyota.

“Jadi kita siapkan semuanya, sekitar 60 ribu unit dan diharapkan segera datang untuk diganti. Paling penting, tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Soerjo.

Recall Itu Bukan Aib!

Anda sering mendengar istilah recall atau program perbaikan kembali pada model tertentu karena mengalami masalah.

Sejak beberapa tahun terakhir, cukup banyak produsen otomotif yang melakukan kegiatan itu.

Kasus paling besar, yaitu persoalan airbag Takata karena kantung udara yang diproduksi oleh pabrikan asal Jepang itu harus ditarik kembali dan jumlahnya mencapai 100 juta unit.

Berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga keselamatan Nasional Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), total ada 57 merek yang terdata menggunakan kantung udara Takata ini.

Selain persoalan kantung udara, banyak juga kampanye perbaikan dilakukan karena masalah lain.

Paling penting, yaitu program recall itu bukan aib, tetapi sebagai kewajiban setiap produsen atau bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

Bahkan, di Indonesia sendiri pemerintah sudah memiliki payung hukum terkait recall tersebut.

Tentu saja tujuannya sebagai bentuk perhatian soal aspek keselamatan, buat pengguna kendaraan di jalan.

Aturan recall ini ada di dalam paket kebijakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, yang menggantikan Keputusan Menteri Nomor KM 9 tahun 2004.

Bagian airbag mobil Toyota Astra Motor yang diganti dalam kampanye perbaikan dunia untuk produk Takata.
Oleh sebab itu, produsen otomotif yang ada di Indonesia juga sudah mulai terbuka mengenai recall.

Sebagai contoh, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Toyota, dan beberapa merek lain tidak malu-malu lagi mengumumkan program perbaikan massal itu.

Bahkan, Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) pernah mengatakan, tidak takut dicap jelek oleh masyarakat.

Apalagi langkah ini dilakukan untuk memperbaiki komponen yang bermasalah.

“Justru kita tanggung jawab dengan apa yang telah terjadi. Pernah kami melakukan survei, dan hasilnya konsumen tidak masalah dengan recall, justru memang harus terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Jonfis beberapa waktu lalu.

Tata cara recall lebih detailnya bakal diterbitkan lewat Peraturan Menteri Perhubungan secara lebih khusus.

Berikut jelasnya.

Pasal 79

(1) Terhadap kendaraan bermotor yang telah memiliki SUT atau Surat Keputusan Rancang Bangun yang ditemukan cacat produksi, mempengaruhi aspek keselamatan, dan bersifat massal, wajib dilakukan penarikan kembali untuk dilakukan perbaikan.

(2) Kendaraan bermotor yang ditemukan cacat produksi, dan mempengaruhi aspek keselamatan serta bersifat massal, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. Cacat desain; atau

b. Kesalahan produksi.

(3) Terhadap kendaraan bermotor yang ditemukan cacat produksi, dan mempengaruhi aspek keselamatan serta bersifat massal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) perusahaan pembuat, perakit, pengimpor wajib melaporkan kepada menteri sebelum dilakukan penarikan kembali untuk dilakukan perbaikan.

(4) Perusahaan pembuat, perakit, pengimpor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan terhadap kendaraan bermotor yang ditemukan cacat produksi, dan mempengaruhi aspek keselamatan serta bersifat massal.

(5) Terhadap kendaraan bermotor yang telah dilakukan perbaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) wajib dilaporkan kembali kepada Menteri.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penarikan kembali kendaraan bermotor yang ditemukan cacat produksi, dan mempengaruhi aspek keselamatan serta bersifat massal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri tersendiri. **

Sebelumnya Artikel ini terbit di Kompas.com dengan judul "Airbag Bermasalah, Toyota Recall 60.000 Rush di Indonesia", 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed