BATAMBicara

Truk Molen Semen Berceceran

Batambicara.id (28/2/2019). Pembangunan Kota Batam sangat pesat 10 tahun belakangan ini, mulai dari pembangunan gedung-gedung pencakar langit, drainase bahkan pelebaran jalan dan pelabuhan serta merapikan sungai-sungai kecil yang walau sebagian ada yang belum selesai atau menunggu giliran pembangunannya.

Begitu juga dengan transportasi, baik umum, offline dan online juga ikut memadati jalan-jalan yang ada di Kota Pulau “Kalajengking” ini. Termasuk mobil-mobil truk pengangkut alat-alat berat seperti trailer, molen dan lain sejenisnya, turut kadang andil memenuhi jalanan yang belum semua ruas jalan se Kota Batam yang di lebarkan oleh Pemerintah Kota setempat.

Salah satunya mobil molen yang mengangkut bahan bangunan berupa semen coran, mobil ini juga di kenal dengan mobil mixer, yaitu mobil yang kerap digunakan oleh para kontraktor bangunan dalam membantu pekerjaan-pekerjaan proyeknya.

Tapi di satu sisi mobil ini sering tercecer isinya, seperti yang terjadi di wilayah Bengkong tepatnya perempatan lampu merah Seraya Atas.

“Hal ini sudah sering terjadi dan jalanan menjadi tidak baik buat kami yang menggunakan sepeda motor, karena pemilik mobil maupun pemilik pabrik molen itu tidak pernah membersihkan, sehingga sudah menebal dan susah di keruk kalau terlalu lama di aspal..” ungkap warga yang bernama ZP (nama disingkat).

ZP juga menambahkan, mobil molen itu selalu membawa muatan yang isinya tercecer di tanjakan Bengkong Garama atau tepatnya dekat Hotel Ibis, karena di biarkan menebal sehingga jalanan menjadi tidak mulus. Dia berharap kepada Instansi terkait untuk kiranya bisa menegur, atau menindak dan mentertibkan Pabrik yang membuat bahan bangunan yang menggunakan Chormen (Bahan Campuran semen Menambah kekuatan semen untuk men cor beton, konstuksi beton, dll) ini.

Pabrik yang terletak di daerah Bukit Senyum ini selalu mengeluarkan produksinya dengan menggunakan ukuran mobil yang besar yaitu berkapasitas 7 kubik. Spesifikasi mobil jenis tronton miliki roda depan 2 dan belakang 8, total roda 10 ini selayaknya juga berjalan tidak pada jam-jam kesibukan masyarakat yang menggunakan jalan, “dan tolong di perhatikan muatannya agar tidak membahayakan sesama pengguna jalan yang lain”. Tambah ZP yang kekesalannya di muat di salah satu media sosial facebook group yang terkenal di Batam saat ini.

Gambar/fhoto : Ilustrasi (google)

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed