Organisasi

Pernyataan Sikap DTK-PA 212 Batam terkait Dideportasinya UAS dari Singapura

Kami menuntut pemerintahan Singapura untuk meminta maaf kepada UAS khususnya dan kepada seluruh umat islam Indonesia pada umumnya

BATAMBicara | Batam – Ustadz Abdul Somad (UAS) bersama keluarga dideportasi oleh Imigrasi Singapura dari Tanah Merah Terminal Changi. Sebelumnya UAS bersama keluarga, dan sahabatnya bertolak dari Terminal Ferry Internasional Batam Center. Senin (16/5/2022), setibanya di Tanah Merah UAS ditahan oleh pihak imigrasi dan mengurung UAS di sebuah ruangan tahanan imigrasi berukuran 1×2 meter.

Banyak pihak yang menyesalkan perlakuan pemerintahan Singapura terutama pihak imigrasi Tanah Merah Singapura atas ditahannya ulama kondang tersebut.

Ketua DTK-PA (Dewan Tanfidzi Kota Persaudaraan Alumni) 212 Batam, Sawindu Yudha menyesalkan sikap imigrasi yang mendeportasi ulama Indonesia UAS beserta keluarganya.

Yudha mengatakan banyak pihak maupun elemen dan ormas Islam Kota Batam menanyakan atas sikap sepihak imigrasi Singapura yang mendeportasi UAS bersama keluarganya. Senin (16/5/2022) kemarin.

“Dengan ini kami DTK PA212 Batam menyatakan, mengutuk keras pemerintah Singapura pihak imigrasi Singapura yang telah semena-sema berbuat kepada ulama kami. Ini sudah menyangkut ranah dan agama umat islam. Jangan pernah bermain-main dengan umat islam. Siapapun ulama kami, kami tetap berdiri didepan untuk mendukung pergerakan syiar dan dakwah beliau-beliau (ulama)”, ungkap Yudha.

Yudha juga meminta kepada pemerintahan Singapura untuk memberikan keterangan sekaligus meminta maaf kepada UAS terkait dideportasinya UAS dan keluarganya dari Singapura.

“Kami menuntut pemerintahan Singapura untuk meminta maaf kepada UAS khususnya dan kepada seluruh umat islam Indonesia pada umumnya, yang telah tersakiti hatinya karena telah mendeportasi Ustadz Abdul Somad”, tutup Yudha yang juga sebagai aktivis dakwah Kota Batam ini. (sauth/bbid)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button