oleh

Pengukuhan Forsil PKM, Tohir: Batam Bukan yang Dulu Lagi

BATAMBicara | Batam – Forum Silaturahim Penggerak Kemakmuran Masjid (FORSIL-PKM) Kota Batam secara legal sudah terbentuk. Rabu (16/9).

Acara yang bertempat di PIH Batam tersebut dikukuhkan oleh Ketua Dewan Syuro Datok H. Hardi Slamet Hood, Ph.D.

Ketua Forsil Tohir Abu Lc. MA, dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa Batam bukan Kota yang dulu lagi. “Kota yang kita cintai ini sudah berubah. Kota Batam dahulu yang terkenal dengan Kota Industri, dugem (dunia gemerlap) Kota yang orang berpikir untuk bersenang-senang, sekarang, sudah 10 tahun terakhir ini, itu kita bisa rubah menjadi Kota Batam yang islami,” jelas Tohir, langsung di sambut takbir oleh para hadirin.

Sekarang dapat kita lihat, terang Tohir. “Masjid-masjid di Batam ramai jama’ahnya, dimana ada pengajian di situ ramai orang berkumpul, baik tholabul ‘ilmu (menuntut ilmu) agama, mudzakkarah (Musyawarah) kemaslahatan ummat dan masih kita lihat anak-anak pergi-pulang ke masjid untuk mengaji”, terangnya.

Menurutnya, Forsil ini harus teroganisir agar bisa lebih maju kedepannya. Langsung di Aminkan oleh para peserta yang hadir dari kalangan pengurus masjid se-Kota Batam ini.

Ketua Dewan Syuro Datok H.Hardi Slamet Hood, juga memberikan pesan dari atas podium. “Majelis ini adalah silaturahmi dan mudah-mudahan majelis ini menjadi majelis ilmu.

Dari nama Forsil itu ada tiga dimensi makna, yakni:
1. Silaturrahmi dimensi sosial
2. Pergerakan dimensi politik
3. Kemakmuran itu adalah dimensi ekonomi.
Orang-orang forsil adalah penggerak, karena mereka sudah menggerakkan dirinya untuk sebuah Kreatifitas”, jelas Senator Kepri ini.

Menurut Datok Hardi, Forsil hadir bukan untuk menutup diri, tapi hadir memperjuangkan umat Islam, memberikan gagasan maupun ide-ide yang bisa ummat nantinya atasi dalam menyikapi kehidupan yang islami pada “akhir zaman”, seperti sekarang ini.

Acara pengukuhan yang berlangsung Rabu malam (pukul 19.30) tersebut juga di hadiri Gubernur Kepri Definitif, Isdianto.

Ketua Forsil Tohir juga menyematkan sekaligus memakaikan Rompi kepada Isdianto yang saat ini calon gubernur Kepri, berpasangan dengan Suryani, SE.

Saat diberikan kesempatan untuk kata sambutan, Isdianto berharap Forsil hendaknya dapat dan mampu menjadi pemakmur masjid.
“Mampu melahirkan dan mendidik kader-kader dari forum ini”, kata Isdianto.

Isdianto yang lebih condong ke PKS ini juga menitip kepada kader-kader, agar dapat mengembangkan anak-anak yang islami melalui kader PKS. Dan ia bersedia menganggarkan 500 juta untuk Forsil setiap tahun untuk pengembangan dan mencetak kader-kader dari forum Forsil ini.

“Agar forum ini tidak mati setelah dilantik maka perlu dianggarkan supaya terus bergerak dan mencetak anak-anak yang berakhalak mulia”, jelas Isdianto.

Harapan Isdianto, agar Forsil dapat bersinergi dengan pemerintah dalam hal mencetak anak-anak yang berakhlak mulia.

Pada kutipan akhir sambutan Ketua Dewan Syuro Forsil, Datok Hardi juga menyampaikan kepada peserta bahwa, beliau satu kampung dengan Gubernur Isdianto. “Kami sama-sama mandi di parit dengan Gubernur Kepri”, disambut Isdianto dengan senyuman ciri khasnya.

SusunanAcara Pengukuhan Forsil PKM Kota Batam, Rabu (16/9/2020) bertempat di PIH Batam:

  • Pembacaan Al Quran
  • Pengukuhan Forsil PKM
  • Pemakaian Rompi Forsil kepada Gubernur Kepri Isdianto yang langsung di pakaikan oleh Ketua Forsil;
  • Sambutan:
    1. Ketua Forsil
    2. Ketua Dewan Syuro
    3. Gubernur Kepri
  • Penutupan, dari MC Monaliza Hamzah

***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed