BATAMBicara

JULEHA dan FPI Langsung Praktek Sembelih

BATAMBicara | Bogor – Menjelang hari raya Qurban Juru Sembelih Halal (Juleha) bekerjasama dengan DPP Front Pembela Islam (FPI) mengedukasi masyarakat di Pondok Pesantren An-Nur Ceseeng Bogor, langsung praktek terkait tata cara menyembelihan hewan secara halal. Khususnya hewan Qurban seperti domba, kambing, unta dan lembu atau sembelihan halal lain seperti ayam yang hukum dari kehalalannya tergantung dari tata laksana penyembelihannya. Senin (29/6/2020), tadi siang di Bogor.

Pembukaan acara pelatihan yang dimulai pukul 07.00 Wib, hingga pukul 17.30 Wib, tersebut di awali tausiyah oleh ketua DPP FPI KH Shobri Lubis. Dalam sambutannya KH Sobri memberikan apresiasi kepada Juleha atas program-program untuk berbagi ilmu dalam hal penyembelihan hewan. “Saya mendukung semua program Juleha untuk mengedukasi masyarakat dalam hal penyembelihan, dan ini pertama kita lihat di Indonesia, sebuah organisasi yang terdidik memberikan didikan di tengah masyarakat. Mengingat zaman sekarang sudah maju terutama masalah ilmu”, sambutan KH Sobri.

Menurut KH Sobri, zaman sekarang sudah maju, semua ilmu bisa didapat, baik dari tutor media, maupun langsung ikut pelatihan. Dan sekiranya sudah menguasai ilmu Fiqih penyembelihan hendaknya membagikan ke tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya penjelasan Fiqih Qurban disampaikan Habib Hanif. Menurutnya, berdasarkan Fiqih Qurban adalah yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan.

Habib Hanif mengatakan, “tidak semua hewan yang bisa dipakai untuk Qurban. Kalaupun sudah masuk kriteria hewan Qurban sebagaimana yang di maksud dalam Hadist Rasulullah Sallallahu ‘Alalaihi Wasalam, itupun harus melihat hari, tanggal dan bulan yang dikatakan Qurban. Masuk tanggal 10 bulan Dzulhijjah dan hari Tasyrik, diluar tanggal itu bukan jenis Qurban namanya”.

Tentang ganjaran atau pahala Habib Hanif menyampaikan Hadist yang diriwayatkan Tirmizhi. Dari Aisyah Radhiallahuanha, Nabi Sallallahu ‘Alalaihi Wasalam. bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Qurban. Sesungguhnya hewan Qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Qurban itu,” kutipnya.

Sedangkan pemateri disampaikan oleh dokter hewan Supratikno Msi, langsung memberikan wejangan dalam hal praktek penyembelihan hewan yang baik.

Drh Supra mengatakan untuk penyembelihan hewan tersebut harus di pastikan sehat, bersih dan tidak sedang bunting (hamil). “Seandainya pun bunting seperti kambing antara 4 bulan lebih di kandungan, harus mengikuti induknya untuk disembelih, begitu juga sapi antara 8 sampai 9 bulan usia kandungan”, paparnya.

Menurut Drh Supra, untuk menentukan sembelihan pada leher harus memastikan posisi urat pernapasan dan urat makanan. “Kita bisa ukur dengan 3 jari. Itulah lokasi mata pisau yang akan kita sembelih pada leher hewan,” jelasnya sambil meletakkan jari tangan kanan di leher hewan kambing dan menutup mata hewan kambing dengan tangan kirinya.

Pelatihan langsung praktek ini dihadiri Habib Muhammad, Habib Hanif, pengurus DPP FPI, Ketua LDF. Sedangkan praktek penyembelihan dilaksanakan oleh aktivis DPP, DPW dan DPD Juleha.

Juleha saat ini diketuai oleh M Ali Subarkah, saat ini berbagai kegiatan dilakukan untuk merumuskan tata laksana penyembelihan halal. “Kami juga sedang mencoba membuat media komunikasi berupa buku panduan maupun media lainnya untuk mensosialisasikan tata laksana penyembelihan halal,” imbuhnya.

Selain penyembelihan halal disinkronkan dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia dan Kementan, M Ali Subarkah yang keseharian sebagia Ustadz ini berharap agar Juleha menjadi Kiblat juru sembelih hewan halal di Indonesia.

Juleha juga secara rutin melakukan pelatihan dari masjid ke masjid untuk melatih para penyembelih. Bahkan saat ini mulai dikembangkan audit di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di sekitar lingkungan basecamp Juleha.

Salah seorang peserta pelatihan yang ikut menyaksikan praktek penyembelihan mengatakan, pelatihan tersebut banyak memberi pengetahuan. “Keren pelatihannya. Kita satu harian disuguhi ilmu tentang hukum dan tata cara penyembelihan hewan, terutama khusus hewan Qurban”. (saut/bb)

Kontributor:shob/lpi
Editor:saut/bb

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Most popular

Most discussed