oleh

MUBES FORSIL DKM Kota Batam

BATAMBicara | Batam – Musyawarah Besar (Mubes) admin dan anggota Forsil (Forum Silaturahmi) Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kota Batam berlangsung khidmat di ruang meeting Foodcourt M8 Mega Legenda, Batam Center.
Sabtu malam (27/6/2020).

Anggota WhatsApp Group (WAG) Forsil DKM Kota Batam adalah yang terdiri
dari pengurus DKM Kota Batam, serta para aktivis dakwah Kota Batam yang akan membuat sebuah perkumpulan yang berbadan hukum. Dimana permulaan dari WAG ini yang menjalin hubungan Silaturahmi DKM Kota Batam.

Koordinator acara Mubes Sawindu Yudha mengatakan, perlunya Forsil ini dibuatkan legalitasnya.
“Awal tahun 2017 dia (WAG Forsil) hanyalah sebuah group WhatsApp yang berisi para pengurus masjid dan aktivis dakwah Islam di Batam ini.

Selama perjalanannya 3 tahun tersebut selalu mewarnai syi’ar dan dakwah Islam di kota Batam dan sekitarnya.
Jadi semalam kami sepakat untuk naik tingkat memiliki badan hukum agar semakin mudah jalan perjuangan fisabilillah kami,” ungkapnya Yudha yang aktivis dakwah Kota Batam ini.

Sebelum pengangkatan ketua, panitia mengagendakan penunjukan Dewan Syuro terlebih dahulu. Disepakati Mubes yang diawali Silaturahmi dan santap gulai kambing tesebut menunjuk Hardi S Hood sebagia ketua Dewan Syuro Forsil diantara tujuh orang yang diamanati Dewan Syuro.

Dalam sabutannya Hardi S Hood menerangkan secara singkat bahwa ada beberapa syarat untuk membuat sebuah organisasi. “Forsil yang ada di WAG itu belum ada wujud atau bentuk. Kalau mau dibentuk agar legalitas di akui oleh undang-undang maka akan kita wujudkan bentuknya terlebih dahulu. Disini kita-kita, termasuk saya, pengurus masjid dan tuan-tuan harus mengangkat pengurus. Tidak seperti OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) istilah zaman Orba (Orde Baru)”, jelas Hardi.

Menurut Hardi, Forum ini sudah layak untuk mengarah ke legalitas, karena kalau sebuah organisasi yang berwujud harus membuktikan dengan AD-ART (Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga) yang disahkan notaris,” ringkas Senator Kepri ini.

Sebelumnya, Selasa (22/6) di tempat yang sama, saat penyusunan acara, Ketua panitia Mubes Forsil DKM Kota Batam Ustadz Bachtiar Rum, Lc MA (USBAH) menyatakan Forum yang legal nantinya akan memberi warna yang berbeda dari beberapa perkumpulan sebelumnya. “Harapan kita bersama ini (perkumpulan), Insya Allah akan menjadi nuansa warna baru yang berbeda dan betul-betul memberikan sumbangan spirit dari group atau perkumpulan yang ada selama ini.
Nuansa yang berbeda maksudnya benar-benar mengawal ummat dalam bentuk suatu solidaritas rasa kebersamaan,” ungkapnya.

Musyawarah yang dipimpin tujuh tokoh Dewan Syuro bersama para pengurus masjid tersebut mengangkat Tahir Abu Lc. M.A sebagia Ketua. Selanjutnya Ketua yang di beri mandat oleh para peserta dan Dewan Syuro ini memilih pengurus dan struktur keorganisasiannya guna secepatnya mendaftarkan ke notaris.

Dalam sambutannya, Tahir mengharapkan masukan, baik tunjuk maupun ajar dari semua hadirin yang mayoritas pengurus masjid dan ulama tersebut. “Sebenarnya kursi ketua Forsil DKM Kota Batam ini belum saatnya saya duduki,” katanya merendah. Namun puluhan jamaah yang hadir Sabtu malam tersebut memberikan mandat agar Forsil yang selama ini menjalin Silaturahim melalui media WA menjadi nyata dan berjalan semestinya.

“Kedepan kita akan memberikan suatu progres, terutama untuk kemashlahatan ummat dan membangunnya sesuai dengan contoh dari para pemimpin Sahabat-sahabat Rasullullah terdahulu,” imbuh Tahir yang juga kandidat Doktor saat ini. (saut/bb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed