oleh

Fosiwaja Kepri Resmi Membentuk Kepengurusan Kota Batam

Batambicara.ID | Batam – Tanggal 1 Juli 2019 Paguyuban Forum Silaturahmi Warga Jakarta (FOSIWAJA) Kota Batam resmi dibentuk. Perkumpulan ini adalah tempat bernaungnya warga Jakarta khususnya suku Betawi yang ada di perantuan Kepulauan Riau umumnya dan Kota Batam khususnya.

Fosiwaja Kepri didirikan pada tanggal 25 Juli 1993 di kota Batam, dan hingga saat ini masih terus eksis untuk mempersatukan tali silaturrahmi dan ukhuwah antar warga Jakarta di perantauan, saat ini Kepri. Adapun berbagai macam kegiatan dan usaha Fosiwaja yaitu memajukan serta melestarikan kebudayaan Betawi misalnya Ondel-ondel, tari-tarian Betawi, lenong, pakaian khas Betawi (Pangsi), Sadariah, rumah adat, kesenian palang pintu, pencak silat dll.

Tidak ketinggalan selera Betawi juga kita kenalkan kulinernya, diantaranya Nasi uduk, sayur asem, asinan, semur jengkol, kue dongkal, tape uli, kerak telor dan minuman bir pletok tetap kita jaga dan lestarikan disini.

“Alhamdulillah, Kepengurusan Fosiwaja Kepri untuk Kota Batam telah dibentuk tanggal 1 Juli 2019 kemarin. Selamat bekerja kepada Bang Donni Dolex sebagai Ketua Fosiwaja Kota Batam. Serta kepengurusan inti yaitu Wakil Ketua Bang Darma Saputra, Sekretaris Bang Yadi GoLife. Bendahara Bang Yuskar”. Imam Satoto, sekretaris Fosiwaja Kepri menyampaikan kepada Batambicara.id, saat berkunjung di GM Cafe Legenda Malaka Batam Centre. Rabu (10/7/2019).

“Semoga Fosiwaja Kepri Kota Batam bisa memajukan lagi warga Jakarta dan melestarikan kebudayaan Betawi di tanah rantau Kepulauan Riau ini. Next kite buat lagi Fosiwaja di kabupaten Bintan, Karimun (TBK), Tanjung Pinang, dan Lingga serta Anambas”, imbuh Satoto.

Fosiwaja juga bergelut di kegiatan sosial lainnya kami juga lakukan misalnya, bhakti sosial, bedah rumah, bantuan fakir miskin, santunan anak yatim dan piatu, serta kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin bulanan, bersih-bersih Masjid, pengawalan Habib, para Kyai atau ustadz dll.

Silat Betawi (wikipedia)

Mudah mudahan apa yang kami cita-citakan untuk kemajuan dan kelestarian budaya Betawi di tanah Melayu ini bisa mempererat silaturrahmi antar warga Jakarta di kepri ini maupun dengan suku lainnya khususnya budaya Melayu di bumi lancang kuning ini. Karena kita satu rumpun dengan gelar Bangsa Melayu”.

“Selamat bekerja”, tutup Satoto, sambil menikmati hidangan pamungkas GM Cafe yakni ‘Anjung Asam Pedas Melaka’. ** (sk)

Sejarah Betawi

Suku Betawi adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang penduduknya umumnya bertempat tinggal di Jakarta.[2] Mereka adalah keturunan penduduk yang bermukim di Batavia (nama kolonial dari Jakarta) dari sejak abad ke-17.[3][4]

Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antar etnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta.[5] Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti SundaMelayuJawaBaliBugisMakassa,AmbonArabTionghoa, dan India.

Suku Betawi juga berasal daripada bandar Jakarta. Suku Betawi sebenarnya termasuk dalam kategori suku baru di Indonesia kerana kelompok etnik ini lahir dari berbagai macam percampuran kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di bandar Jakarta, seperti orang SundaJawaArabCinaBaliSumbawaAmbon, dan Melayu. Ahli Antropologi Universitas Indonesia, Dr Yasmine Zaki Shahab menaksir bahwa etnik Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893 (Abad ke-19) pada masa penjajahan Belanda. Secara Biologi, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi ialah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa daripada Nusantara (Indonesia) yang ialah hasil perkawinan campur antara etnik dan bangsa di masa lalu di Jakarta.

Jumlah populasi
6.807.968 (sensus 2010)[1]
Kawasan dengan konsentrasi signifikan Indonesia (Jakarta: 2,700,722)[1]
Brunei (Bandar Seri Begawan: 920)
Bahasa
BetawiMelayuIndonesia
Agama
Mayoritas Islam dan sisanya beragama Katolik dan Protestan
Kumpulan etnik yang berkaitan
JawaSunda, dan Melayu
Sifat percampuran dalam Bahasa melayu Indonesia kepada dialek Betawi adalah dipengaruhi kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan daripada berbagai budaya berbeda yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara (Indonesia) dan juga kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, contohnya orang Betawi memiliki seni “Gambang Kromong” yang berasal daripada seni musik Cina, tetapi juga ada Rebana yang berasal daripada seni musik Arab, “Keroncong Tugu” dengan latar belakang percampuran seni Portugis dan Arab, dan ada seni musik “Tanjidor” yang berlatar belakangkan daripada seni musik Belanda. Pengaruh-pengaruh seni luar ini yang masuk ke Jakarta sejak dahulu dikembangkan oleh orang Betawi sebagai seni dan budaya asal daripada budaya orang kaum Betawi di Jakarta, walaupun tetap mempertahankan nilai-nilai ugama utama orang Betawi yaitu Islam.
Secara adat istiadat, suku Betawi mengikuti nilai-nilai Melayu dalam berbagai segi kehidupan seperti bahasa, pakaian, makanan, agama, dll. (wikipedia) *

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed