BATAMBicara
Nostalgia Hari Ini: Kecelakaan Pesawat Renggut Generasi Emas Zambia

Nostalgia Hari Ini: Kecelakaan Pesawat Renggut Generasi Emas Zambia

BATAMBicara, Indonesia – Tak ada yang lebih menyesakkan dada saat mendengar kabar kecelakaan pesawat. Awal tahun ini, Indonesia berduka saat pesawat Sriwijaya Air SJ 182 alami kecelakaan di perairan Kepuluan Seribu. Di dunia sepak bola, tragedi kecelakaan pesawat juga jadi momok paling menyayat hati.

Publik Turin tentu tak akan melupakan tragedi Superga yang merengut seluruh skuat terbaik Torino pada 4 Mei 1949. Di era 50-an, tragedi Munich masih menyisakan duka mendalam untuk suporter Manchester United. Memasuki periode 60-an, tercatat tiga kecelakaan pesawat yang menimpa tim sepak bola, salah satunya terjadi pada 16 Juli 1960 yang tewaskan 8 penggawa tim nasional Denmark.

Nasib nahas yang menimpa tim nasional Denmark juga pernah dialami oleh tim nasional Zambia. Hari ini, 27 April 1993, generasi emas Zambia direnggut akibat kecelakaan pesawat DHC-5 Buffalo. 25 penumpang dan 5 awak pesawat tewas setelah pesawat milik angkatan udara Zambia itu jatuh ke Samudera Atlantik.

Dari 30 penumpang yang tewas terdapat 18 pemain timnas Zambia. Pada era itu, skuat Zambia dianggap jadi kekuatan baru sepak bola Afrika. Pada Olimpiade 1988 di Seoul, mereka mampu mengalahkan Italia dengan skor 1-0. Pemain Zambia pun cukup banyak yang merumput di kompetisi Eropa.

Salah satunya ialah Kalusha Bwalya yang membela PSV, Charlse Musonda yang bermain untuk Anderlecht. Dua pemain ini yang selamat dari tragedi mengenaskan itu. Hal ini lantaran keduanya tak ikut dalam pesawat nahas tersebut.

Dari hasil investigasi, terungkap fakta bahwa penyebab kecelakaan pesawat DHC-5 Buffalo ialah human error. Pilot pesawat nahas itu mematikan mesin yang salah setelah terjadi kebakaran mesin. Dari hasil investigasi resmi juga menyebutkan ada faktor kelelahan pilot dan instrumen pesawat yang rusak.

Kebangkitan di Piala Afrika 2012

Tim berjuluk Chipolopolo atau dalam bahasa Indonesia berarti peluru tembaga ini sudah menjadi anggota FIFA sejak 1964. Sejak dahulu, Zambia dikenal sebagai tim kuda hitam di sepak bola Afrika. Namun kejadian nahas pada 1993 sempat membuat sepak bola negara ini alami kemunduran.

Meski begitu, pelan namun pasti sepak bola Zambia berbenah dan menunjukan tragedi DHC-5 Buffalo jado pelecut untuk tim ini menjadi lebih baik. Proses itu berbuah manis. Pada perhelatan Piala Afrika 2012, Zambia keluar sebagai juara dengan mengalahkn tim kuat Afrika, Pantai Gading yang diperkuat Didier Drogba.

Kemenangan timnas Zambia di Piala Afrika 2012 terasa sangat spesial. Tim yang saat itu diasuh oleh Hervé Renard hanya bermodalkan pemain lokal dengan dua pemain yang bermain di kompetisi Eropa, satu pemain bahkan hanya main di kompetisi kasta kedua di Rusia.

Hanya bermodalkan pemain lokal, Zambia bisa berbicara lebih banyak. Tak hanya jadi juara, talenta lokal Zambia pada tahun itu juga menyabet gelar individu. Christopher Katongo menjadi pemain terbaik Piala Afrika 2012.

Emmanuel Mayuka meraih gelar top skorer, Kennedy Mweene jadi kiper terbaik dan Stophira Sunzu jadi bek terbaik turnamen tersebut. Nama-nama ini mengalahkan pemain tenar seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Drogba, Yaya Toure, serta Gervinho.

Berkat Asnawi Mangkualam, Ansan Lewati Capaian Raksasa Korea

Cerita Eks Bomber Persib Bisa Berlatih dengan Lionel Messi dan…

© 2021 BATAMBicara

Redaksi Batam Bicara

Komentari Berita

Topics

Recent posts

Most popular

Most discussed