oleh

Hari ini dan Besok Puasa Asyura 9-10 Muharram, Lihat Keutamaannya!

BATAMBicara | Bulan-bulan Hijriyah memiliki banyak keutamaan atau fadhilah, diantaranya adalah berpuasa. Pada bulan Muharram ini, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

(1). “Sebaik-baik puasa setelah (puasa bulan) Ramadhan yaitu (puasa) pada bulan Allah, (bulan) al-Muharram” (HR. Muslim no. 1163, hadits dari Abu Hurairah).

Memperbanyak ibadah puasa sunnah selama bulan Muharram memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya, seperti puasa Senin-Kamis, Ayyamul bidh dan lain-lain.

Imam an-Nawawi رحمه الله berkata :
“Hadits ini merupakan pernyataan tegas dari Rasulullah ﷺ bahwa Muharram ialah bulan terbaik untuk berpuasa” (Al Minhaj VIII/55).

(2). “Berpuasa pada hari ‘Asyuro’, sungguh saya berharap (ihtisab) kepada Allah agar menghapuskan (dosa) setahun yang lalu”
(HR. Muslim no. 1162, hadits Abu Qotaadah).

(3). Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما berkata :
“Tidak pernah aku melihat Nabi ﷺ begitu berusaha untuk berpuasa di hari yang beliau utamakan dibandingkan hari lainnya kecuali di hari ini, yaitu hari ‘Asyuro dan di bulan ini,
bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 2006).

(4). Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata :
“Ketika Rasulullah berpuasa hari ‘Asyuro’ (10 Muharram) dan memerintahkannya, maka para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda : “Pada tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9 (juga)”. Ibnu Abbas berkata : “Sebelum tiba tahun depan Rasulullah wafat” (HR. Muslim 1134).

(5). Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata :
“Berpuasalah kalian pada hari ke-9 dan ke-10, selisihilah kaum Yahudi !” (HR. At-Tirmidzi no. 755, Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf­ no. 7839 dan al-Baihaqi IV/287).

(6). Imam Malik, asy-Syafi’i dan Ahmad telah berpendapat disunnahkan untuk menyatukan puasa di hari ke 9 dan hari ke 10 agar tidak (persis) menyerupai kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke 10 saja” (Az-Zarqoni dalam Syarah al-Muwaththa’ II/237).

(7). Imam an-Nawawi رحمه الله berkata :
“Para sahabat kami dan lainnya berpendapat sunnah puasa ‘Asyuro’ (hari ke 10 muharram) dan puasa Tasu’a (hari ke 9 muharram)” (lihat al-Majmu’ VI/383).

***

Kutipan tulisan: Ustadz Najmi Umar Bakkar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed