oleh

Anggota Komisi X DPR Mendesak RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama, Prolegnas 2020 Skala Prioritas

BATAMBicara | Jakarta – Kasus persekusi bahkan upaya pembunuhan terhadap ulama saat ini marak kembali, yang sebelumnya juga pernah heboh saat jelang-jelang pillres 2019 lalu. Kali ini seorang ulama dan Da’i terkemuka Syekh Ali Jaber menjadi sasaran eksekusi dalam penusukan yang terjadi pada Ahad (13/9) di Bandar Lampung kemarin.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan, kasus tersebut bisa menjadi pengingat bahwa regulasi posisi Ulama ditanah air rentan dan penting untuk dilindungi oleh negara.

“Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR, saya mengutuk aksi penyerangan dan upaya pembunuhan oleh orang tak dikenal kepada pendakwah dan Ulama, Syekh Ali Jaber saat mengisi acara kajian keislaman di masjid di Bandar Lampung.

Alhamdulillah pelaku berhasil dilumpuhkan jemaah dan diserahkan ke polisi, motifnya harus didalami dan apakah ada pelaku intelektual di baliknya?” kata Fikri kepada media, Senin (14/9).

Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung © Istimewa

Fikri mendesak para pengampu kepentingan untuk merampungkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) perlindungan Ulama, yang kini masuk program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2020.

“RUU nya telah disepakati DPR dengan nama RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama (RUU tentang Perlindungan Kyai dan Guru Ngaji) yang diusulkan oleh Fraksi PKS, PKB, dan PPP,” paparnya.

“Semua tokoh agama dari seluruh agama yang ada di Indonesia wajib dilindungi negara,” tegasnya. Seperti diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya.

Ia menambahkan, dalam konteks negara Pancasila, bangsa Indonesia tidak lepas dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Sila Pertama ‘Ketuhahan yang Maha Esa’ dalam setiap sendi kehidupannya.

“Negara ini bukan berpaham sekuler yang memisahkan kehidupan bernegara dengan agama, dan bukan juga sebagai negara agama yang berasaskan agama tertentu, namun menjadikan keyakinan agama mereka sebagai poin pertama dalam dasar negara Pancasila,” jelasnya. (Pikiran-rakyat/bb.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed