oleh

988 Pencari Suaka di Kepri, Ada yang Bertindak Asusila

Batambicara.ID (27/6/2019) | Tanjungpinang – 988 orang pencari suaka yang tinggal di Kepri hingga saat ini, sudah dibilang keterlaluan, dari jumlah tersebut ada 6 orang yang terlibat tindakan asusila.

Tindak asusila yang dilakukan oleh ke-6 pencari suakan itu disampaikan Kepala Rundenim Pusat di Tanjungpinang, Muhammad Yani Firdaus, sebagaimana yang dilansir dari Tribunbatam. Rabu (26/6).

“Ada 11 pencari suaka yang terlibat masalah, dan saat ini berada di ruang isolasi. Enam dari mereka (pencari suaka) terlibat kasus asusial, dua pengungsi tertangkap Satpol PP saat berkeliaran di kawasan Tepi laut Tanjungpinang.

Ada tiga pengungsi tertangkap saat berada di sebuah hotel,” kata Firdaus usai menghadiri Forum Grup Diskusi (FGD) yang dilaksanakan Forum Masyarakat Peduli Kepri (FMPK) di Asrama Haji Tanjungpinang, Selasa (25/06/2019) lalu.

Firdaus mengatakan, total 988 pencari suaka tersebut terdiri dari 455 pengungsi  yang berada di Badra, 262 pengungsi di hotel Kolekta dan sebanyak 232 pengungsi di AMD.

“Tentunya kita akan ambil tindakan tegas, terhadap pengungsi yang melakukan pelanggaran hukum,” tegas Firdaus.

Yani menyebutkan, sesuai aturan, pengawasan para pengungsi ini ada di masing-masing pihak.

Satpol PP berhak menangkap bila ada pengungsi berkeliaran, polisi menangkap bila melakukan tindakan kriminal dan keimigrasian jadi pengawasan Rundenim.

“Kesbangpol lah yang membuat tata tertib itu.

Ratusan warga Bangladesh didata di Polrestabes Medan, Rabu (6/2/2019) dini hari. (dok/Tribun-Medan/Istimewa)

Bila pengungsi melakukan pelanggaran, semua unsur tadi melakukan penindakan,” ucap Firdaus.

Dalam diskusi tersebut, Firdaus sangat senang dengan adanya masukan dan peran aktif setiap intansi terkait untuk mencari solusi bersama.

“Kita tetap minta UNHCR dan IOM segera pulangkan dan kepada para kedutaan negara mereka, segera kembalikan mereka ke asal negaranya.

Terhitung dari tahun 2017, baru 2 sampai 3 persen pengungsi pergi ke negara tujuan.

“Kalau dari jumlah orangnya, baru 80 orang pengungsi saja berangkat ke negara tujuan,” ujar Firdaus kembali.

Terkait segala persoalan sosial yang muncul dengan kehadiran para pengungsi ini, Firdaus menghimbau masyarakat untuk tidak usah berkomunikasi dengan para pengungsi

“Tingkatkan iman dan jangan memberikan harapan kepada pengungsi, biarkan saja mereka menjalani hidup mereka itu”, tutup Firdaus.

Gambar utama : 988 pencari suaka saat di di data oleh Rundenim Pusat di Tanjungpinang, (dok/tribun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed